Kamis , 14 September 2017, 14:45 WIB

Kemendikbud: Pendidikan Seni Kerap Diabaikan

Red: Esthi Maharani
Siswa bersiap mengikuti pelajaran seni musik
Siswa bersiap mengikuti pelajaran seni musik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Hamid Muhammad mengatakan pendidikan seni kerap diabaikan karena tidak termasuk mata pelajaran yang diikutkan dalam Ujian Nasional (UN).

"Mata pelajaran yang sering diabaikan yakni kesenian dan pendidikan olahraga. Kenapa diabaikan? Karena tidak di UN-kan," ujar Hamid dalam kerja sama Kemdikbud dan Yamaha Musik Indonesia di dalam penguatan karakter di Jakarta, Kamis (14/9).

Hamid meminta masyarakat untuk mengubah pola pikir, karena setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Hamid mengatakan orang tua perlu menghargai anak yang punya potensi di kesenian, karena seni dapat memperhalus rasa dan mengolah budi.

"Setiap anak memiliki potensi yang berbeda-beda. Anak yang hebat akademik didorong, yang hebat di olahraga dan kesenian juga perlu didorong."

Hamid mengatakan pendidikan karakter sangat penting, karena selama beberapa tahun cenderung masyarakat cenderung menghargai anak dari prestasi akademik.

"Menghargai anak dari prestasi akademik dari hasil ujiannya. Sementara, fondasi pendidikan utama yakni karakter anak terabaikan," tuturnya.

Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo meminta agar pendidikan karakter diperhatikan. Sejak November 2014, yang ditekankan Presiden Jokowi, lanjut dia adalah mengembalikan marwah pendidikan melalui pendidikan karakter.

Presiden Direktur Yamaha Musik Indonesia Distributor, Shinichi Takenaga mengatakan pihaknya turut berpartisipasi dalam program PPK yang dicanangkan Kemdikbud melalui pemberian donasi alat musik untuk sekolah dasar di Indonesia. Takenaga mengatakan pihaknya memberikan donasi sebanyak 4.431 keyboard kepada 211 sekolah dasar di Tanah Air yang diserahkan pada 2016 hingga 2017. Kemudian 490 pianika dan 490 suling.

"Selain memberikan alat musik pada sekolah, kami juga memberikan pelatihan pada guru-guru. Sehingga guru bisa mengajarkan cara menggunakan alat musik itu kepada para murid," ujar Takenaga.

Sumber : Antara