Senin , 11 September 2017, 11:00 WIB

SMP Cendekia Baznas Resmikan Perpustakaan untuk Umum

Red: Irwan Kelana
Dok SCB
Suasana peresmian perpustakaan untuk umum SMP Cendekia Baznas.
Suasana peresmian perpustakaan untuk umum SMP Cendekia Baznas.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Sebagai sekolah yang berada di perkampungan yang cukup jauh dari pusat kota, menjadi tugas sekolah untuk memastikan masyarakat sekitarnya memperoleh manfaat  keberadaannya. Menyadari hal ini bertepatan dengan Hari Aksara Internasional, SMP Cendekia Baznas meresmikan perpustakaan dan sumber belajar yang terbuka bagi umum.

Tidak sekedar perpustakaan sekolah, perpustakaan SMP Cendekia Baznas juga memberikan pelatihan berkala untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa dan masyarakat sekitar. Diawali pada Jumat (8/9), pelatihan diberikan untuk siswa SMP Cendekia Baznas dan siswa dari beberapa sekolah lain.

Pelatihan diisi Kak Syaf, penulis buku Pacarmu Belum Tentu Jodohmu. Kak Syaf yang bernama lengkap Muhammad Syafi’ie al Bantani memberikan banyak motivasi bagi anak-anak yang menjelang remaja untuk memiliki akhlak baik dalam menghadapi masa depan.

Pada pelatihan ini, Yuniawati sebagai Kepala Perpustakaan menyampaikan  jadwal buka perpustakaan bagi masyarakat. “Diharapkan dibukanya perpustakaan bagi masyarakat di sekitar sekolah akan berdampak bagi seluruh komponen masayarakat. bagi anak-anak dan remaja, buku-buku yang ada akan menjadi alternatif media baca,” katanya dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Ahad (10/9).

Ia menambahkan, sementara pelatihan bagi para ibu akan dilakukan terkait kepengasuhan. “Inilah mengapa tempat ini dinamakan perpustakaan dan sumber belajar,”  ujar Yuniawati.

Ia mengemukakan, keberdaan perpustakaan dan sumber belajar ini diharapkan akan mewarnai Kampung Cirangkong Bogor, lokasi SMP Cendekia Baznas, menjadi desa dengan masyarakat yang senantiasa belajar. “Di perpustakaan, masyarakat  lebih dari sekadar membaca tetapi mendapatkan ilmu pengetahuan dari sana,” tuturnya.

SMP Cendekia Baznas berlokasi di Kampung Cirangkong desa Cemplang Cibungbulang Bogor, Jawa Barat.  Ini  merupakan sekolah bebas biaya bagi siswa siswi yang orang tuanya  berasal dari keluarga mustahik (berhak menerima zakat). Sekolah ini sepenuhnya dibiayai dengan dana zakat, dan mulai beroperasi Juli 2017. Setiap tahun  SMP ini menerima 30 siswa laki-laki dan 30 siswa perempuan.