Jumat , 28 July 2017, 09:48 WIB

Perguruan Tinggi Hadapi Tantangan Strategi Baru

Red: Karta Raharja Ucu
Republika/ Yasin Habibi
Calon mahasiswa perguruan tinggi (ilustrasi)
Calon mahasiswa perguruan tinggi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Peran perguruan tinggi di era perekonomian modern dewasa ini dinilai telah berubah drastis yakni kampus mesti menghadapi tantangan dan orientasi strategi baru dalam konteks globalisasi dan peningkatan persaingan internasional. Hal tersebut dikatakan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Indonesia (UI) Prof Bambang Wibawarta ketika menjadi pembicara kunci dalam acara Triple Helix Forum (THF) di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Badung, Bali, Jumat (28/7).

"Secara tradisional fungsi dan misi perguruan tinggi hanya fokus pada pengajaran dan riset, namun kini berkembang dan bertransformasi secara signifikan akhir-akhir ini," katanya.

Menurut dia, hubungan antara pemerintah, industri, dan perguruan tinggi atau kerap disebut "triple helix" menjadi sangat dinamis, terkadang tumpang tindih dan berinteraksi dengan begitu bebasnya.  Hal ini lanjut dia terkait pula dengan perguruan tinggi dalam masyarakat, yang kerap kali memunculkan pro dan kontra karena kadang diihat sebagai komersialisasi meski sejatinya adalah pelayanan pada masyarakat.

Acara Triple Helix Forum yang akan berlangsung hingga 29 Juli ini mendatangkan para profesional dari kalangan akademisi, pemerintah, industri dan masyarakat. Kegiatan THF kali ini mengangkat topik antara Indonesia dan Asia Timur. 

Tema kegiatan ini adalah "Strengthening Indonesia and East Asia Cooperation in Cultures, Health, Science and Technology", dengan mengangkat tiga topik besar yaitu "Health and Quality of Life", "Science and Technology for Sustainable Development", dan "Politics and Culture in Asia". Terdapat empat pembicara kunci di dalam plenary lecture yakni Susilo Bambang Yudhoyono (Presiden ke-6 Republik Indonesia) sebagai wakil dari masyarakat, Bambang Wibawarta (wakil rektor Universitas Indonesia) sebagai wakil dari pihak akademisi, Tomofumi Fukuda (Direktur Utama PT Marubeni Indonesia) sebagai perwakilan dari industri, dan Airlangga Hartarto (Menteri Perindustrian) sebagai perwakilan dari pemerintah.

SBY akan menyampaikan paparannya pada Jumat sore. Dengan kegiatan ini, diharapkan akan terjadi interaksi yang lebih harmonis di antara akademisi, industri, pemerintah, dan masyarakat, dan akan menghasilkan konsep pembangunan berdasarkan "triple helix".

"Semua pihak harus siap dengan berbagai perubahan dan tantangan dewasa ini, termasuk perguruan tinggi di Indonesia jika ingin mengambil peran pada era globalisasi dewasa ini," kata Bambang.

Sumber : Antara