Selasa , 18 July 2017, 21:54 WIB

Menanamkan Pendidikan Karakter Bisa Melalui Sastra

Red: Yudha Manggala P Putra
Antara/Dewi Fajrian
Ilustrasi.
Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dadan Sunendar mengatakan pemerintah bisa menanamkan pendidikan karakter pada anak didik melalui sastra.

"Melalui karya sastra, kita bisa menanamkan pendidikan karakter bagi anak didik dan apa yang diharapkan pemerintah melalui pendidikan karakter ini dapat tercapai," ujar Dadan dalam Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia (Munsi) II di Jakarta, Selasa (18/7).

Dia menjelaskan, melalui karya sastra, anak didik tak hanya sekedar membaca tetapi belajar banyak hal. Badan Bahasa telah mengumpulkan sebanyak 160 cerita rakyat yang telah diseleksi dan layak untuk diterbitkan.

Sekretariat Negara telah menerbitkan 28 judul cerita rakyat tersebut dan sudah dicetak sebanyak 3.000 eksemplar. "Kami menyarankan agar ketika Pak Presiden kunjungan tidak hanya memberi sepeda kepada anak-anak, tetapi juga buku bacaan. Hal itu sudah dilakukan pada puasa kemarin," kata dia.

Dadan juga mengajak para sastrawan untuk terus berkarya karena diplomasi Bahasa Indonesia tidak hanya dilakukan oleh para guru bahasa di luar negeri tetapi juga para sastrawan melalui karyanya.

Munsi II bertujuan untuk menyediakan wadah untuk berdiskusi, berkarya, berbagi informasi dan bersilaturahim antara sastrawan dan pegiat sastra.

Hasil yang diharapkan dengan kegiatan ini adalah karya sastra Indonesia yang berkualitas, karya sastra sebagai bahan bacaan masyarakat di negeri sendiri dan terjemahan karya sastra Indonesia ke berbagai bahasa asing.

Selain itu, karya sastra Indonesia tersebut ke kancah internasional, dan karya sastra Indonesia sebagai pengingat dan pengikat keberagaman etnik di Indonesia.

Sumber : Antara