Selasa , 18 July 2017, 21:15 WIB

Bullying, Kadisdik: Ini Tanggung Jawab Bersama

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Ratna Puspita
Foto : MgRol_92
Ilustrasi Stop Bullying
Ilustrasi Stop Bullying

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kejadian bullying oleh siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang viral belakangan ini diharapkan dapat menggugah masyarakat untuk ikut bertanggung jawab terhadap pendidikan anak. Itu karena pendidikan tak hanya di sekolah saja, tetapi juga di lingkungan sang anak.

"Ya ini tanggung jawab bersama. Yang seperti ini (kejadian bullying siswa SMP) kan tanggung jawab orang tua, sekolah, masyarakat, maupun pemerintah," ungkap Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sopan Adrianto di SMPN 273 Jakarta, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (18/7).

Ia menjelaskan, kejadian ini dapat dijadikan momentum bagi masyarakat untuk membuka hati dan mata masing-masing. Peristiwa ini, kata Sopan, dapat menggugah masyarakat untuk ikut bertanggung jawab terhadap pendidikan.

"(Tanggung jawab pendidikan) tidak hanya diserahkan ke sekolah. Tapi juga orang tua dan masyarakat," kata dia.

Sebelumnya, beredar video penganiayaan yang viral di kalangan warganet. Dalam video itu, satu siswi SMP dikelilingi dan mendapat sejumlah tindakan kekerasan dari sejumlah anak lainnya. Bukan hanya itu, usai dianiaya, siswi dipaksa cium tangan pada penganiaya dan diambil fotonya. Tidak berhenti di situ, siswi tersebut juga dipaksa bersujud ke salah satu penganiaya.

Pelaku bullying sudah dikeluarkan dari sekolah dan dikembalikan ke orang tua. Terkait kelanjutan pendidikan pelaku, Sopan menerangkan, akan menyalurkan mereka ke sekolah swasta.

"Kalau negeri kan sudah selesai (proses penerimaan siswa baru). Sudah mulai tahun ajaran baru. (Akan) kami salurkan ke sekolah-sekolah swasta," ujar dia.