Sabtu , 20 May 2017, 09:16 WIB

TK Bina Insani Gelar Tasyakuran dan Pelepasan Angkatan XXVII

Red: Irwan Kelana
Dok SBBI
TK Bina Insani Bogor menggelar tasyakuran dan pelepasan siswa angkatan XXVII tahun pelajaran 2016/2017.
TK Bina Insani Bogor menggelar tasyakuran dan pelepasan siswa angkatan XXVII tahun pelajaran 2016/2017.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – TK Bina Insani menggelar tasyakuran dan pelepasan angkatan XXVII tahun pelajaran 2016/2017 di Bogor, Sabtu (20/5). Acara tersebut dihadiri Direktur Pendidikan Sekolah Bosowa Bina Insani Sudirman dan para manajer di lingkungan SBBI, kepala sekolah TK, SD, SMP dan SMA Bina Insani, pengurus Parents Association Bosowa Bina Insani (PABBI) TK, SD, SMP dan SMA Bina Insani, dan Pengawas TK Tanah Sareal, Kota Bogor Lia Sengkowati.

Kepala TK Bina Insani Femy Belti mengatakan tahun ini TK BI meluluskan seluruhnya (100 persen) siswa angkatan XXVII  tahun pelajaran 2016/2017. “Dari jumlah tersebut, sekitar 80 persen sudah mendaftarkan diri ke SD Bina Insani,” kata Femy.

Dengan demikian, Femy menambahkan, diharapkan keberlanjutan program pendidikan mereka terus terjaga. “Salah satunya adalah pembiasaan shalat fardhu dan shalat Dhuha, tahfizh Quran surat-surat pendek dan doa-doa harian,” tuturnya.

Salah satu kriteria kelulusan adalah siswa mampu menghapal 23 surat pendek dalam Alquan juz 30, dari Surah An-Nas sampai surah Adh-Dhuha. “Alhamdulillah, semua siswa kami tahun pelajaran 2016/2017 ini mampu menghapal 23 surat pendek dalam juz Amma tersebut,” papar Femy.

Direktur Pendidikan Sekolah Bosowa Bina Insani Sudirman mengatakan, pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan momentum yang sangat penting bagi seorang anak.  “PAUD adalah pendidikan sangat fundamental. Keberhasilan selanjutnya sangat ditentukan stimulasi pada usia dini tersebut,” kata Sudirman.

Sudirman menambahkan, usia dini  merupakan masa emas perkembangan seoarng anak. “Karena itu sangat penting memberikan pendidikan yang baik kepada anak pada usia dini tersebut,” ujar Sudirman.

Sudirman menjelaskan, sejak tahun pelajaran 2016/2017 TK Bina Insani menggunakan sistem sentra. Sebelumnya TK Bina Insani menggunakan metode kelompok. “Dalam sistem sentra, guru ditekankan tidak boleh marah. Guru harus menggunakan kalimat yang positif, bukan kalimat negatif  atau larangan. Hal itu bertujuan untuk memberikan stimulasi pendidikan maksimal bagi anak,” papar Sudirman.

Pengawas TK Tanah Sareal  Lia Sengkowati mengatakan, pihaknya sangat  menghargai langkah Yayasan Bosowa Bina Insani (YBBI) yang menggunakan metode sentra untuk para siswa TK Bina Insani.

“Ini upaya YBBI  tingkatkan mutu pendidikan TK BI lebih baik. Bagaimana TK BI bisa berkembang lebih baik lagi dari tahun ke tahun, antara lain dengan menerapkan sistem sentra tersebut,” tutur Lia Sengkowati.