Jumat , 21 April 2017, 10:38 WIB

Tampilkan Peggy Melati Sukma, SMA BBI Kupas Bahaya Kecanduan Internet

Red: Irwan Kelana
Dok SBBI
Motivator dan inspirator hijrah Peggy Melati Sukma menjadi nara sumber seminar dampak negatif internet di SMA BBI  Bogor, Jumat (21/4).
Motivator dan inspirator hijrah Peggy Melati Sukma menjadi nara sumber seminar dampak negatif internet di SMA BBI Bogor, Jumat (21/4).

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR  -- SMA Bosowa Bina Insani (BBI) bekerja sama dengan Parents Association Bosowa Bina Insani (PABBI) SMA BBI  menggelar seminar pendidikan bertema “Kecanduan Internet yang Berhubungan dengan Game dan Pornografi”. Seminar yang diadakan di Kampus Sekolah Bosowa Bina Insani Bogor, Jawa Barat, Jumat (21/4) itu menampilkan nara sumber motivator dan inspirator hijrah Peggy Melati Sukma dan ICT Watch Erickasman Gafar.

Kepala SMA Bosowa Bina Insani Dedy Supriyadi mengemukakan, tema seminar tersebut sangat tepat. “Perkembangan dan akselerasi di bidang information technology (IT), khususnya internet,  sangat luar biasa,” kata Dedy.

Dedy menambahkan, internet itu ibarat pisau bermata dua. Bisa digunakan untuk hal-hal yang positif, bisa pula sebaliknya, digunakan untuk hal-hal yang negatif.

Seminar ini sangat penting, agar para siswa mengetahui dampak negatif penyalahgunaan internet. Sehingga,  mereka terhindar dari hal-hal yang merugikan. “Melalui seminar ini, Peggy Melati Sukma dan Erickasman Gafar mengupas dampak buruk kecanduan internet, terutama yang berhubungan dengan game dan pornografi. Dengan mengikuti seminar ini, semoga para siswa SMA BBI dapat menggunakan internet dengan arif bijaksana,” papar Dedy Supriyadi.

Direktur Pendidikan SBBI Sudirman mengemukakan, ada banyak remaja di dunia ini, termasuk Indonesia,  yang terpapar game dan pornografi. “Dampak negatif kecanduan game dan pornografi itu bisa lebih buruk daripada  narkoba,” ujar Sudirman.

Sudirman menambahkan, di sejumlah negara, pemerintahnya fokus melakukan rehabilitasi untuk warganya  yang kecanduan game dan pornografi.”Di Cina, ada 24 juta warganya yang direhabilitasi akibat kecanduan game dan pornografi,” ungkap Sudirman.

Seminar tersebut diikuti seluruh siswa dan guru SMA BBI. Juga hadir para pengurus PABBI SMA BBI.