Kamis , 09 March 2017, 13:47 WIB

6 Literasi Dasar untuk Meredam Hoax

Rep: Umi Nur Fadilah/ Red: Yudha Manggala P Putra
Republika/Prayogi
 Masyarakat dan pengiat media sosial saat mengelar kegiatan sosialisasi sekaligus deklarasi masyarakat anti hoax di Jakarta,Ahad (8/1).
Masyarakat dan pengiat media sosial saat mengelar kegiatan sosialisasi sekaligus deklarasi masyarakat anti hoax di Jakarta,Ahad (8/1).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Paud Dikmas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendorong pendidikan literasi sejak dini. Hal tersebut dapat menjadi modal seseorang dalam melawan serbuan hoax atau berita bohong.

Dirjen Paud Dikmas, Harris Iskandar menyebut, setidaknya ada enam literasi dasar yang harus dimiliki seseorang. "Pada abad 21, seseorang bisa survive (bertahan) dengan TIK, tak hanya baca tulis saja. Sehingga setiap warga negara harus punya enam literasi dasar," kata dia dalam diskusi Meredam Hoax Membangun Literasi Nasional di Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Kamis (9/3).

Ia memerinci, literasi dasar yang harus dimiliki warga negara, yakni, baca tulis, berhitung, literasi sains, literasi TIK, literasi keuangan dan literasi budaya dan kewarganegaraan.

Harris mengamini salah satu upaya meredam hoax, yakni masyarakat harus mempunyai budaya literasi. Ia mengingatkan, Indonesia akan dihadapkan dengan bonus demografi beberapa tahun mendatang. Hal tersebut menjadi tantangan bagaimana menciptakan warga negara yang produktif, terdidik, terlatih, menghasilkan sesuatu.

Ia menyebut, Presiden Joko Widodo mengharapkan anak Indonesia harus siap menghadai pasar bebas Asean (MEA).Sebab, menurutnya, setidaknya ada empat kompetensi dasar agar bisa bertahan di abad 21, yakni berpikir kritis, kreatifitas, komunikasi dan kolaborasi.