Rabu , 15 Februari 2017, 22:25 WIB

Ribuan Guru Honorer di Kabupaten Bandung Digaji tak Layak

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Nidia Zuraya
Guru Honorer
Guru Honorer

REPUBLIKA.CO.ID, SOREANG -- Ribuan guru honorer di Kabupaten Bandung digaji tak layak. Upah guru honorer perbulan rata-rata Rp 500 ribu. Sementara bagi guru bidang studi lebih rendah daripada itu. Insentif yang diharapkan dari Pemerintah Kabupaten Bandung pun tak kunjung datang.

Ketua Forum Komunikasi Guru Honorer Sekolah Kabupaten Bandung, Toto Ruhiat mengatakan, upah guru honorer di sekolah negeri selama ini rata-rata Rp 500 ribu perbulan. Sementara guru bidang studi, dibawah Rp 500 ribu perbulan.

"Akibat rendahnya upah guru honorer yang belum bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga. Banyak yang bekerja sampingan seperti ngojek, dagang," ujarnya, Rabu (15/2).

Tidak hanya itu, menurutnya banyak guru honorer yang tidak mendapatkan sertifikasi. Bahkan sejak 2015-2016 tidak ada insentif. Padahal sebelumnya Pemerintah kabupaten Bandung tiap tahun menyalurkan dana Rp 7 miliar melalui organisasi lain untuk honorer.

Dirinya membandingkan perlakukan Kabupaten Bandung dengan Pemerintah Kota Bandung yang memberikan perhatian kepada guru honorer dengan menstimulan Rp 3 juta pertigabulan. Tidak hanya itu, alasan defisit namun kepada guru diniyah ada bantuan Rp 1 miliar.

Ia mengatakan jumlah guru honorer yang mengajar di sekolah negeri, mulai dari SD hingga SMA/SMK sebanyak 17 ribu orang. Sedangkan jumlah keseluruhan guru honorer di sekolah negeri dan swasta, dari mulai tingkatan SD/MI hingga SMA/SMK sebanyak kurang lebih 27 ribu orang.

"Pekerjaan guru honorer tidak jarang melebihi guru PNS dengan mengajar Full time. Tapi tidak mendapat perhatian Pemerintah," ungkapnya. Toto menambahkan pihaknya meminta DPRD dan Pemkab Bandung untuk memerhatikan guru honorer.

Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Bandung, Osin Permana mengaku prihatin dengan kesejahteraan guru honorer yang rendah. Terkait tidak adanya stimulan untuk guru honorer dari APBD ini diluar sepengetahuannya. Karena memang, ia belum lama menduduki kursi di DPRD Kabuupaten Bandung.

"Saya ini baru di DPRD, dan saat masuk itu anggaran sudah berjalan. Jadi saya tidak ikut dalam pembahasan anggaran dua tahun kebelakang dan yang saat ini. kedepannya para guru honorer harus mendapatkan perhatian serius dari DPRD dan Pemkab Bandung," katanya.

Osin berjanji akan turut memperjuangkan kesejahteraan para guru honorer tersebut. Namun tentunya, tetap dengan melihat kemampuan dan postur APBD Kabupaten Bandung.

Berita Terkait