Ahad , 27 November 2016, 16:50 WIB

Ini Pesan Presiden Jokowi Bagi Guru

Rep: Santi Sopia/ Red: Damanhuri Zuhri
Antara
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan para tenaga pengajar alias guru se-Indonesia agar senantiasa menekankan nilai-nilai etika kepada para murid. Menurut Jokowi, sesungguhnya nilai etika masih menjadi kekurangan masyarakat di negeri ini.

"Yaitu nilai-nilai karakter diri, kedisiplinan, optimisme, kerja keras, mohon oleh para guru agar nilai-nilai itu terus disuntikkan kepada anak didik kita. Etika berbicara, etika menghormati guru, menghormati orang tua, seniornya karena ini adalah nilai-nilai Indonesia," ujar Jokowi dalam sambutannya pada acara puncak Hari Guru Nasional (HGN) di Sentul International Convention Centre (SICC), Bogor,Jawa Barat, Ahad (27/11).

Presiden RI meminta para guru menekankan nilai-nilai tersebut mulai dari jenjang sekolah usia dini, seperti di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan atau Taman Kanak-Kanak (TK). Karena di sinilah, sebetulnya, menurut Jokowi, Indonesia memiliki kekurangan yang harus diperbaiki.

"Saya tahu matematika itu perlu. Saya tahu fisika itu juga perlu. Saya tahu pelajaran kewarganegaraan diperlukan, kimia, biologi. Tetapi anak-anak didik kita harus tahu etika kejujuran, kedisiplinan, kerja keras dan optimisme yang perlu disuntikkan pada anak-anak kita sedini mungkin," ujar Jokowi.

Presiden menambahkan, persaingan di dunia semakin sengit. Presiden menyebutkan tak bisa membayangkan bagaimana tahun emas pada 2030 sampai 2040 nanti di mana ada bonus demografi.

Menurut Jokowi, pertarungan antarnegara sangat sengit. Anak-anak yang produktif akan jadi kekuatan, modal kekuatan bersaing dengan negara lain. Tetapi jika tidak disuntikkan nilai-nilai krusial sejak dini, nasib bangsa Indonesia dipertaruhkan.

"Kita tidak tahu apakah bisa meraih yang diharapkan atau tidak di tahun emas itu. Dan bapak ibu guru memiliki peran sentral mengantarkan anak didik kita pada tahun itu," papar Jokowi menambahkan.