Rabu , 18 May 2016, 01:05 WIB

Mayoritas Orangtua Terlalu Memperhatikan Akademik Anak

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Yudha Manggala P Putra
Republika/ Wihdan
Siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Seruni Indah belajar di bangunan majelis taklim swadaya masyarakat, Kalijodo, Jakarta, Selasa (16/2).
Siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Seruni Indah belajar di bangunan majelis taklim swadaya masyarakat, Kalijodo, Jakarta, Selasa (16/2).

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG --  Pembina Komunitas Pencerah Fery Farhati Anies Baswedan mengaku pernah menanyakan tentang berapa lama komunikasi antara orangtua dan anak setiap harinya di Jakarta. Hasilnya, dari 24 jam, sebagian besar kebersamaan orangtua dan anak hanya sekitar empat sampai lima jam per hari.

“Itu pun kebanyakan dilakukan saat pagi hari dan malam hari yang suasananya sudah melelahkan bagi anak,” kata Fery di Palembang, Selasa (17/5).

Melihat kondisi tersebut, Fery menilai, jumlah waktu kebersamaan ini jelas sangat kurang. Peran orangtua sebagai pendidik utama anak berkurang dengan situasi demikian.

“Bagaimana bisa membentuk anak, waktunya saja sedikit? Belum lagi kalaupun ada, paling dimarahin atau diceramahin anaknya,” ujar Fery.

Fery mengaku tidak mempermasalahkan apabila orangtua menceramahi anak dengan nada marah. Namun dia memperingatkan bahwa sikap itu justru membuat anak tidak nyaman. Anak menjadi tidak terbuka dan tidak dekat dengan orangtua.

Meski melakukan komunikasi, Fery mengatakan, sebagian besar orangtua lebih memperhatikan anak pada aspek akademiknya saja. Padahal tentang bagaimana perasaan dan kehidupan di luar rumah juga perlu diketahui orangtua.

Berdasarkan data National Association of College and Employers USA ada 2002, indeks prestasi berada pada urutan 17 sebagai hal yang dicari perusahaan untuk merekrut pegawai.

Posisinya kalah telak dengan kemampuan komunikasi yang berada di urutan pertama. Kemudian disusul kejujuran dan sikap kerja sama pada seseorang.  “Itulah yang sebenarnya dicari dalam kehidupan sesungguhnya,” kata dia.

Untuk itu, orangtua sebaiknya memperbaiki pola pengasuh anak dan memprioritaskan hal lain selain akademik anak.