Kamis , 29 May 2014, 21:09 WIB

M Nuh: Tak Ada Lagi Budi di Buku SD

Rep: c54/ Red: Mansyur Faqih
Agung Supriyanto/Republika
Mohammad Nuh
Mohammad Nuh

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sistem dan pengajar adalah dua sisi mata uang yang menentukan berhasil atau tidak sebuah program pendidikan. Di Indonesia, kritik kerap ditujukan terhadap sistem pendidikan yang dianggap kurang menyenangkan bagi peserta didik. Ini sejalan dengan praktik monoton guru dalam mengajar.

Mendikbud Mohammad Nuh mencontohkan, pendidian monoton yang berlangsung lama di Indonesia bahkan telah melahirkan anekdot tentang seorang anak bernama Budi. Ini yang membuat semua orang ingat dengan ungkapan, ‘ini ibu Budi’ atau ‘ini bapak budi’. 

Ke depan, kata dia, tak akan ada lagi cerita mengenai Budi, juga bapak dan ibunya. Ini sejalan dengan semangat menciptakan bahan ajar yang lebih dekat dan memuat pesan nasionalisme.

Ia menjelaskan, dalam Kurikulum 2013, akan diperkenalkan tokoh baru dalam buku SD. Mereka akan hadir mulai dari buku kelas 1 hingga 6 secara berturut-turut. 

"Ada si Edo yang keriting, itu cerminan Papua. Ada si Siti yang berjilbab, ada si Dayu dari Bali, ada si Lani yang sipit, dia Chinese, ada juga si Beni orang Batak," ujar Nuh di Kutai Timur, Kalimantan Timur, Kamis (29/5).