Kamis , 21 November 2013, 21:30 WIB

Rhenald Kasali: Pendidikan Usia Dini Adalah Keluarga

Red: Agung Sasongko
kominfo
Rhenald Kasali
Rhenald Kasali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Rhenald Kasali mengatakan pendidikan usia dini adalah pendidikan utama yang diberikan kepada anak dan memegang peranan penting terhadap perkembangan anak.

"Pendidikan pra sekolah adalah yang utama. Angka partisipasi pendidikan banyak menurun ketika seseorang berusia remaja, setelah diteliti masalahnya adalah (kurangnya) pendidikan pra sekolah," ujar Rhenald di Jakarta, Kamis (21/11).

Rhenald mengatakan pendidikan usia dini memegang peranan penting pada diri seseorang sebagai pendidikan yang pertama diterima namun masih kurang ada kepedulian terhadap hal tersebut. "Masalahnya, yang peduli terhadap pendidikan anak usia dini sangat minim. Tidak ada Taman Kanak-Kanak milik pemerintah," katanya memberi contoh.

Selain pendidikan di luar rumah, Rhenald menyebut pendidikan harus juga dimulai di dalam rumah karena sangat penting untuk masa depan akademis anak tersebut. "Akibat buruknya pendidikan di usia dini, banyak anak yang berhenti sekolah ketika telah mendapatkan ijazah," kata penggagas Rumah Perubahan itu.

Rhenald mengacu kepada angka partisipasi pendidikan di Indonesia yang terus menurun dari SD, SMP, SMA kemudian perguruan tinggi. Berdasarkan data indikator pendidikan disebutkan angka partisipasi sekolah usia 7 hingga 12 (SD) tahun sebanyak 97,49 persen kemudian usia 13 hingga 15 (SMP) tahun 87,58 persen, kemudian 16 hingga 18 (SMA) tahun 57,57 persen dan usia 19 hingga 24 tahun (Perguruan Tinggi) hanya sebesar 13,91 persen.

Rhenald juga mengingatkan peran guru dalam pendidikan yang sangat penting dimana ia menyebut mengajar seharusnya tidak hanya memindahkan apa yang dari buku pelajaran ke siswa namun juga mendidik atau yang disebutnya "mengubah manusia".