REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI--Muhammad Zadit Taqwa kelas XI IPA 1 SMA Pesantren Terpadu Hayatan Thayyibah masuk finalis dalam kegiatan Indonesian Science Project Olympiad (ISPO), di bawah bimbingan Al-ustadz Indra Samsudin, S.Pd.
Zadit dapat menyelesaikan penelitiannya satu bulan sebelum limit waktu yang ditentukan panitia. Penelitian yang dilakukan zadit mengambil judul 'Pengembangan Alat Sensor Gempat Sebagai Aplikasi Teori Getaran dengan Sistem Rangkaian Listrik Tertutup'.
Tahun ini SMA Hayatan Thayyibah mengirimkan empat judul penelitian, namun yang masuk final hanya penelitian yang dilakukan Zadit. ''Alhamdulillah dengan bimbingan yang intensif dari Ustad Indra Samsudin penelitian ini masuk final,'' ungkap Ustaz Ahmad Dzaki Salim MA, Kepala SMA Pesantren Terpadu Hayatan Thayyibah Selasa (19/3).
Pelaksanaan final penelitian tingkat nasional dilaksanakan di kampus UI Depok selama dua hari mulai dari pameran sampai dengan presentasi di hadapan para dewan juri dari berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia, sedangkan acara penutupan di laksanakan di Sasono Langen Budoyo Taman Mini Indonesia Indah.
Zadit menjelaskan mengapa dirinya mengambil judul penelitian seperti itu, karena Indonesia merupakan negara yang rawan terkena bencana gempa bumi. Hal itu disebabkan karena Indonesia dikelilingi beberapa lempeng tektonik dan sesar aktif.
Oleh sebab itu perlu adanya upaya untuk menanggulangi bencana tersebut salah satunya adalah dengan mengembangkan alat sensor gempa sederhana yang dapat ditiru oleh seluruh masyarakat Indonesia khususnya yang berada di daerah rawan gempa.
Dengan semangat yang menggebu zadit mejelaskan sambil mempraktekkan alat yang dirakitnya. “Alat sensor gempa ini merupakan sebuah alat yang memadukan teori tentang getaran dengan system rangkaian listrik tertutup,'' jelasnya.
Adapun metode penelitian yang digunakan dalam pengembangan alat sensor gempa ini adalah metode penelitian dan pengembangan, metode ini digunakan karena hasil akhir penelitian ini berupa sebuah alat sensor gempa yang dikembangkan sebagai salah satu model aplikasi teori getaran dengan system rangkaian listrik tertutup”.
Dalam pameran hasil penelitian di Balairung Universitas Indonesia di Depok, banyak para pengunjung yang memadati stand pameran, baik mahasiswa, dosen, alumni Hayatan Thayyibah serta wali santri Pesantren Hayatan Thayyibah.
Seluruh hasil penelitian dipamerkan di sana selama dua hari. Antusiasme dunia pendidikan cukup bagus. Selain banyak pengunjung yang ingin tahu lebih jauh tentang hasil penelitian para finalis, juga banyak sekali pelajaran dan pengetahuan yang di dapat.
Ustaz Indra samsudin yang membimbing Zadit taqwa menjelaskan, ini adalah ISPO kelima. SMA Pesantren Terpadu Hayatan Thayyibah sudah tiga kali mengikuti kegiatan ini.
''Alhamdulillah, setiap tahun kami selalu menjadi finalis, karena penelitian dibiasakan di sekolah. Walaupun tahun ini kami belum menjadi juara, kami tidak patah semangat, kegiatan ini akan terus kami kembangkan di sekolah,'' jelasnya penuh semangat.
n