Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Pemkab Sleman Pastikan Pengawasan UN Semakin Ketat

Senin, 18 Maret 2013, 18:20 WIB
Komentar : 0
Agung Supriyanto/Republika
Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menyelesaikan ujian nasional bahasa Indonesia di SMK Negeri 8 Jakarta, Senin (16/4).

REPUBLIKA.CO.ID,

SLEMAN--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mengklaim potensi adanya kebocoran naskah ujian nasional (UN) tahun 2013 tergolong minim. Sebab, sistem pengawasan terhadap kerahasiaan soal semakin ketat.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Sleman, Arif Haryono mengatakan, mulai dari distribusi naskah hingga pelaksanaannya, UN tahun ini dipastikan berjalan sesuai prosedur operasional standar (POS). Dengan begitu, peluang terjadinya kebocoran naskah dinilai rendah.

''Karena hampir semua divisi maupun panitia pelaksana, diawasi oleh pengawas satuan pendidikan,'' kata Arif pada Republika di ruangannya, Senin (18/3).

Belum lagi, dia menambahkan, sistem yang diterapkan adalah pengawasan silang, sehingga guru yang berjaga di tiap-tiap kelas berasal dari luar lingkungan sekolah. Kemudian, untuk menyikapi adanya kerjasama antarsekolah, menurut Arif, sekarang ini telah telah ditetapkan tata tertib terhadap pengawas.

Sehingga, upaya melakukan kecurangan dengan cara mentoleransi pada siswa, akan menjadi pertimbangan sendiri bagi mereka. Bahkan, di masing-masing sekolah sudah disiapkan petugas independen yang bertindak memantau jalannya ujian. ''Maka, sanksinya pun menjadi lebih jelas,'' ujarnya.

Meskipun begitu, dia menargetkan, tingkat kelulusan di Kabupaten Sleman bisa mencapai 100 persen. Menurutnya, dengan mengoptimalkan pengawasan, bukan berarti mengurangi peluang kelulusan siswa di tiap-tiap sekolah.

Karena itu , pihaknya melakukan berbagai upaya guna memaksimalkan potensi belajar peserta didik dan memberikan motivasi agar tidak mengalami tekanan menjelang pelaksanaan UN. Adapun beberpa program tersebut yakni, penambahan jam belajar, try out, bedah soal, dan motivasi terhadap murid maupun orang tua.

''Dalam hal ini, baik sekolah maupun keluarga harus mempunyai visi yang sejalan,'' katanya.

Kemudian, dia menambakan, pihaknya juga menerapkan sistem pertemuan dan komunikasi antarsekolah. Tujuannya agar masing-masing punya kesempatan untuk belajar dan berbagi pengalaman dalam menghadapi kesiapan UN.

Ke depannya, tinggal bagaimana upaya sekolah tersebut menciptakan iklim dan kondisi yang postif terhadap muridnya agar dapat lebih siap saat ujian nanti. Untuk itu, kata Arif, Disdikpora juga telah meminta bantuan pada pihak kepolisian dan PLN untuk membantu.

''Kami berharap PLN bisa mengamankan listrik agar tidak terjadi pemadaman arus yang dapat menganggu proses UN,'' ujar Arif.

Reporter : andi ikhbal
Redaktur : Taufik Rachman
469 reads
“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu sesudah meneguhkannya….”(QS An-Nahl: 91)
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Kurikulum 2013 akan Diterapkan di Seluruh Madrasah Ibtidaiyah

Nasib Sekolah Eks RSBI Belum Jelas