REPUBLIKA.CO.ID,
SLEMAN--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mengklaim potensi adanya kebocoran naskah ujian nasional (UN) tahun 2013 tergolong minim. Sebab, sistem pengawasan terhadap kerahasiaan soal semakin ketat.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Sleman, Arif Haryono mengatakan, mulai dari distribusi naskah hingga pelaksanaannya, UN tahun ini dipastikan berjalan sesuai prosedur operasional standar (POS). Dengan begitu, peluang terjadinya kebocoran naskah dinilai rendah.
''Karena hampir semua divisi maupun panitia pelaksana, diawasi oleh pengawas satuan pendidikan,'' kata Arif pada Republika di ruangannya, Senin (18/3).
Belum lagi, dia menambahkan, sistem yang diterapkan adalah pengawasan silang, sehingga guru yang berjaga di tiap-tiap kelas berasal dari luar lingkungan sekolah. Kemudian, untuk menyikapi adanya kerjasama antarsekolah, menurut Arif, sekarang ini telah telah ditetapkan tata tertib terhadap pengawas.
Sehingga, upaya melakukan kecurangan dengan cara mentoleransi pada siswa, akan menjadi pertimbangan sendiri bagi mereka. Bahkan, di masing-masing sekolah sudah disiapkan petugas independen yang bertindak memantau jalannya ujian. ''Maka, sanksinya pun menjadi lebih jelas,'' ujarnya.
Meskipun begitu, dia menargetkan, tingkat kelulusan di Kabupaten Sleman bisa mencapai 100 persen. Menurutnya, dengan mengoptimalkan pengawasan, bukan berarti mengurangi peluang kelulusan siswa di tiap-tiap sekolah.
Karena itu , pihaknya melakukan berbagai upaya guna memaksimalkan potensi belajar peserta didik dan memberikan motivasi agar tidak mengalami tekanan menjelang pelaksanaan UN. Adapun beberpa program tersebut yakni, penambahan jam belajar, try out, bedah soal, dan motivasi terhadap murid maupun orang tua.
''Dalam hal ini, baik sekolah maupun keluarga harus mempunyai visi yang sejalan,'' katanya.
Kemudian, dia menambakan, pihaknya juga menerapkan sistem pertemuan dan komunikasi antarsekolah. Tujuannya agar masing-masing punya kesempatan untuk belajar dan berbagi pengalaman dalam menghadapi kesiapan UN.
Ke depannya, tinggal bagaimana upaya sekolah tersebut menciptakan iklim dan kondisi yang postif terhadap muridnya agar dapat lebih siap saat ujian nanti. Untuk itu, kata Arif, Disdikpora juga telah meminta bantuan pada pihak kepolisian dan PLN untuk membantu.
''Kami berharap PLN bisa mengamankan listrik agar tidak terjadi pemadaman arus yang dapat menganggu proses UN,'' ujar Arif.