Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Nasib Sekolah Eks RSBI Belum Jelas

Senin, 18 Maret 2013, 17:22 WIB
Komentar : 0
Antara/Muhammad Iqbal
Sejumlah siswi belajar di ruang kelas di Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Sekolah eks Rintisan Sekolah Bertaraf  Internasional (RSBI) di Kabupaten Semarang belum jelas nasibnya. Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang belum merumuskan format baru untuk sekolah-sekolah tersebut

Meski demikian Dinas Pendidikan hanya dapat mendorong agar sekolah eks RSBI tetap eksis sebagai sekolah dengan keunggulan kualitas maupun fasilitas pembelajarannya.

“Kami tetap berupaya agar pelayanan pendidikan tetap berkualitas kendati sekolah berstatus RSBI telah dihapus,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih.

Sekolah eks-RSBI, jelasnya, sudah memiliki standar yang bagus --baik input maupun sarana prasarananya—di tengah masyarakat. Sehingga harus tetap dipertahankan sebagai aset pendidikan.

Ia mengaku, pascapenghapusan RSBI pihaknya belum memutuskan konsep baru. Tak hanya Kabupaten Semarang, masing-masing kabupaten/kota di Jawa Tengah pun masih banyak yang mencari format yang tepat.

Apalagi, penghapusan ini juga diikuti dengan penghentian bantuan anggaran dari Pemprov Jawa Tengah untuk sekolah eks RSBI. “Karena itu, kami memilih mennggu keputusan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait sekolah- sekolah ini,” jelasnya.

Reporter : S Bowo Pribadi
Redaktur : Fernan Rahadi
660 reads
Barang siapa yang memperhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan orang lain maka Allah akan menutupi kejelekannya di hari kiamat. ((HR Bukhari-Muslim))
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda