REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menuturkan anggaran Kurikulum 2013 yang mencapai Rp 2,4 triliun akan turun secara bertahap.
"Anggaran pendidikan sudah tidak ada masalah dan akan turun secara bertahap," ujar Nuh disela-sela Lanching Wahana Jelajah Angkasa di Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Rabu (13/3).
Menurut Nuh, anggaran Kurikulum 2013 beserta anggaran pendidikan lainnya dikeluarkan pasca revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) diserahkan. "Setelah revisi DIPA tidak ada lagi masalah," kata Nuh.
Nuh mengungkapkan tidak hanya anggaran Kurikulum 2013 saja yang sudah bisa dicairkan, anggaran pendidikan lainnya seperti anggaran untuk penyelenggaraan Ujian Nasional (UN), anggaran beasiswa, juga telah turun. "Anggaran pendidikan yang lain-lain dalam waktu dekat juga akan keluar," tuturnya.
Nuh mengatakan anggaran pendidikan 2013 telah disetujui Komisi X dan Kementrian Keuangan (Kemenkeu). Saat ini, proses pencairan anggaran Kurikulum 2013 masih dalam tahap administrasi. "Sudah setuju Komisi X dan Kemenkeu. Saat ini sedang berjalan proses administrasi di Kemenkeu," ujar Nuh.
Nuh menuturkan terhambatnya pencairan anggaran pendidikan Kemdikbud sebesar Rp 73 triliun disebabkan serapan anggaran yang rendah.
Sebelumnya, anggaran Kemdikbud bersama dua kementrian lainnya yakni Kementrian Pemuda dan Olahrga (Kemenpora) dan Kementrian Agama (Kemenag) belum bisa dicairkan.
Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan terhambatnya pencairan dana anggaran disebabkan pembahasan rencana kerja dari tiga kementrian tersebut masih dalam proses oleh DPR disamping keterlambatan menyerahkan program anggaran yang seharusnya selesai pada Oktober 2012 lalu.