Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Baru 35 Persen Anak Indonesia yang Terjangkau PAUD

Jumat, 22 Februari 2013, 20:25 WIB
Komentar : 0
Antara/Arief Priyono
Sejumlah anak-anak dari perwakilan lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) mengikuti lomba mewarnai.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Direktur Jenderal Pendidikan Non Formal dan Informal Kemdikbud Lydia Freyani Hawadi mengatakan layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) baru mampu menjangkau 35 persen dari total anak berusia 1-6 tahun yang berjumlah 30,1 juta orang.

"Kalau untuk anak usia empat hingga enam tahun tercatat telah mengikuti PAUD sebanyak 60 persen," kata Lydia Freyani Hawadi ketika membuka acara Frisian Flag Indonesia Pelatihan Dongeng Bunda PAUD di Depok, Jumat.

Ia mengatakan PAUD sangat penting hasil penelitian menunjukkan perkembangan otak anak pada usia tiga tahun pertama. "Kita harus menyiapkan anak usia prasekolah mencapai kematangan untuk mengikuti pendidikan dasar," katanya.

Untuk itu katanya peningkatkan kualitas tenaga pengajar PAUD dinilai penting. Idealnya kata dia tenaga pengajar PAUD telah menyelesaikan diklat kompetensi dasar bejenjang yang dilakukan oleh Kemdikbud.

Ia berharap agar anak-anak diajarkan sejak dini budaya antri dan budaya hidup bersih agar tumbuh generasi muda yang disiplin dan sehat.

Sementara itu Corporate Communication Manager PT Frisian Flag Indonesia, Andrew F Saputro, mengatakan terdapat dua faktor untuk mencerdaskan anak, yaitu pemenuhan nutrisi (94 persen) dan stimulasi dari lingkungan (76 persen)

Ia menjelaskan pemenuhan nutrisi seperti pemberian makanan bergizi termasuk susu, vitamin, dan suplemen.

Sedangkan stimulasi dari lingkungan yakni memasukkan ke sekolah anak usia dini, kursus tambahan, dan melalui permainan edukatif..

Sedangkan spesialis Psikiatri Anak dan Remaja Dr dr Tjin Wiguna mengatakan kecerdasan anak ada pada masa emas yaitu lima tahun pertama. Pertumbuhan otak anak akan mencapai 90 persen.

"Perlu pemenuhan nutrisi di masa lima tahun pertama untuk meningkatkan perkembangan otak," katanya.

Menurut dia perkembangan otak anak pada periode emas merupakan hal perlu dicermati oleh orangtua sehingga akan mendukung potensi anak dikemudian hari.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
885 reads
Beramallah kamu sekalian, karena beramal akan merubah sesuatu yang buruk yang telah ditentukanNya padamu(HR Bukhori-Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...