Selasa, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Mendikbud Beber Kurikulum 2013 ke 4.000 Guru Muhammadiyah

Rabu, 30 Januari 2013, 15:03 WIB
Komentar : 0
Republika/Agung Supriyanto
Mendiknas, M. Nuh
Mendiknas, M. Nuh

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Menteri pendidikan dan kebudayaan, M Nuh melakukan silaturahmi dengan 4.000 lebih guru dari perguruan Muhammadiyah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah. Silaturahmi tersebut digelar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (30/1).

Dalam kesempatan itu M Nuh menyampaikan pidato tentang Pengembangan Kurikulum 2013 dan Peran Muhammadiyah dalam pencerdasan Bangsa.

Menurut Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, selain silaturahmi dengan Mendikbud, Majelis Dikdasmen PWM juga menggelar pelatihan peningkatan kompetensi guru Muhammadiyah di DIY. Kegiatan ini digelar selama 5 hari (30/1-3/2). "Ini merupakan amanat dari Muktamar Muhammadiyah untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru," tandanya.

Reporter : yulianingsih
Redaktur : Taufik Rachman
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Normalisasi Kebijakan Fiskal AS dan Subsidi BBM Indonesia
Analis dan pelaku pasar di Amerika menunggu langkah pemerintah selanjutnya dalam menangani subsidi BBM. Investor sedang mencari kesempatan menanamkan modal, di saat bursa...