Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Pemerintah Dirikan Institute Garam di Pamekasan

Senin, 28 Januari 2013, 22:48 WIB
Komentar : 0
Republika/Aditya Pradana Putra
Petani Garam (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,PEMAKESAN--Pemerintah berencana mendirikan "Institute Garam" di Pamekasan, Madura, guna meningkatkan kualitas produksi petani garam di Pulau Madura.

Peneliti dari Pusat Studi Kelautan Universitas Trunojoyo Bangkalan Dr Moh Mahfud, Senin, menjelaskan rencana pembangunan "Institute Garam" di Pamekasan itu merupakan kerja sama antara universitas itu dengan pemerintah pusat.

"Tujuannya untuk meningkatkan kualitas produksi garam, serta sebagai lembaga yang nantinya akan bergerak dalam melakukan penelitian peningkatan kualitas petani garam di Madura," katanya.

Menurut Bupati Pamekasan Kholilurrahman, Institute Garam itu nanti akan menjadi pusat penelitian nasional yang berkaitan dengan segala material, kegunaan dan pemanfaatan garam.
Lembaga ini dibentuk berasal dari usulannya pada saat ada kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan kala itu Fadel Muhammad, pada akhir tahun 2011.

Saat itu, kata bupati, pemkab mengusulkan agar di Pulau Madura ada lembaga khusus yang bergerak dalam meneliti kualitas garam, sekaligus sebagai pusat pembinaan bagi para petani garam.

"Ternyata usulan kami direspons dengan baik, sehingga dalam waktu dekat Pamekasan akan memiliki institute garam yang lokasinya akan ditempatkan di Kabupaten Pamekasan," katanya menjelaskan.

Menurut dia, pemerintah saat ini telah menyediakan lahan di areal seluas 4 hektare untuk lokasi pembangunan Institute Garam tersebut.

"Kami yakin dengan adanya Institute Garam ini, maka produksi pertanian garam di Pamekasan ini akan bisa lebih meningkat lagi," katanya menjelaskan.

Dr Mahfud berharap, dengan adanya Institute Garam di Pamekasan itu nanti, maka pola produksi garam juga akan berubah dari hanya untuk memproduksi garam konsumsi menjadi garam industri.

Dosen Ilmu Kelautan pada Fakultas Pertanian Unijoyo Pamekasan ini menyatakan, pola produksi garam konsumsi dengan garam industri sebenarnya tidak terlalu jauh berbeda, baik dari sisi masa produksi, maupun dari sisi biaya atau modal produksi garam.

Hanya saja, kata dia, yang perlu diperhatikan pada teknik produksi garam industri ialah pada proses mengatur aliran air ke meja garam atau air yan diendapkan.

"Nah, saya kira dengan adanya Intitute Garam ini, masyarakat petani garam bisa diarahkan untuk memproduksi garam konsumsi," katanya menjelaskan.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
637 reads
'Ketahuilah, sesungguhnya bahwa malaikat tidak mau masuk ke rumah yang di dalamnya terdapat patung.(HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...