Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

RSBI Dihapus, Psikologis Siswa Terguncang, Nasib Terkatung

Jumat, 11 Januari 2013, 10:44 WIB
Komentar : 0
Antara/Muhammad Iqbal
Sejumlah siswi belajar di ruang kelas di Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Selain memiliki keuntungan terkait keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menghapus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional RSBI), ternyata juga memiliki dampak negatif. Penilaian itu disampaikan Dewan Pendidikan Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar).

"Persoalan itu di antaranya, psikologis siswa RSBI yang saat ini nasibnya terkatung karena tidak memiliki kejelasan status pembelajaran pascaketetapan hukum MK," ujar Ketua Dewan Pendidikan Kota Bekasi, Adi Firdaus, di Bekasi, Jumat (11/1).

Di Indonesia, papar dia, ada sekitar ribuan siswa Sekolah Dasar (SD), SMP dan SMA negeri yang menuntut ilmu di 1.305 sekolah yang berlabel RSBI. "Pasti di antara mereka ada yang khawatir dengan kebijakan itu, apalagi sekarang sudah tengah semester," ujarnya.

Pemerintah, diharapkan dia, juga harus bertanggung jawab terhadap nasib sekolah eks RSBI, terutama kualitasnya yang selama ini ada. Adi juga mempertanyakan implikasi putusan tersebut pada sekolah RSBI yang diselenggarakan swasta.

"Sebab, pemerintah juga mendorong sekolah-sekolah swasta menjadi RSBI dan memberikan bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk kegiatan tersebut," katanya.

Adi menambahkan, implikasi lainnya dari penghapusan RSBI adalah persoalan aset yang bersumber dari bantuan orang tua siswa. Menurut dia, RSBI di Kota Bekasi berlangsung sejak 2005 lalu. Hingga kini, sebanyak lima sekolah menyandang status sebagai RSBI yakni SMPN1, SMPN5, SMAN1, SMAN5, dan SMKN1.

Sejak beroperasinya sekolah tersebut, kata dia, banyak orang tua atau lulusan sekolah RSBI yang memberikan sumbangan berupa fasilitas pendidikan seperti alat laboratorium, AC, meja kursi, dan lainnya. "Mau dikemanakan barang-barang itu. Apakah kita buang begitu saja karena tidak ada laporan keuangan yang jelas dari mana barang-barang tersebut," katanya.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara
3.131 reads
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu(QS.Al-Baqarah:45)
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...