Thursday, 29 Zulhijjah 1435 / 23 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Sekolah Depok tak Keberatan RSBI Dihapus

Thursday, 10 January 2013, 11:33 WIB
Komentar : 1
Republika/Yasin Habibi
 Sejumlah orang tua/wali murid berfoto bersama usai sidang pembacaan putusan MK tentang RSBI di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (8/1).
Sejumlah orang tua/wali murid berfoto bersama usai sidang pembacaan putusan MK tentang RSBI di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (8/1).

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Depok di Jalan Bangau Raya, Pancoran Mas, Depok yang berstatus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) tak keberatan terkait keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas penghapusan RSBI. Wakil Kepala Sekolah SMPN 2 Depok, Agus Susetyo, mengaku akan tetap konsisten mengajar siswanya meskipun RSBI dihapus.

Agus mengatakan masih menunggu keputusan dari pusat untuk merencanakan kegiatan selanjutnya. "Sekarang jalan seperti biasa, menunggu keputusan dari pusat apa yang harus dilakukan," katanya.

Sementara itu, untuk penerimaan murid baru tahun 2013/2014, pihaknya masih harus menunggu keputusan selanjutnya. Ia menambahkan sekolah RSBI telah mencetak siswa yang berkualitas lebih bagus. Karena itu, ia berharap kualitas sekolah tidak akan berpengaruh apabila RSBI dihapus.

SMPN 2 Depok telah menjadi sekolah RSBI sejak 2007 dengan jumlah murid 810 siswa. Terkait dengan RSBI yang dianggap sebagai sekolah yang membeda-bedakan kasta, ia menampiknya. Menurutnya, dalam penerimaan siswa baru, sekolah RSBI tidak melihat siswa kaya atau siswa miskin.

"Siapapun boleh mendaftar tidak melihat dia kaya dan dia miskin. Masalah dia miskin, nanti ada subsidi silang," kata Agus.

Reporter : Dessy Suciati Saputri
Redaktur : Djibril Muhammad
Tanda-tanda orang munafik ada tiga, yaitu bila berbicara dusta, bila berjanji tidak ditepati, dan bila diamanati dia berkhianat. ((HR Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Zulkifli Hasan: Halal Itu Budaya Indonesia
JAKARTA -- Predikat negara dengan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia, membuat produk halal menjadi sesuatu yang penting di Indonesia. Bahkan Ketua MPR...