Kamis, 17 Jumadil Akhir 1435 / 17 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Soal Ujian Nasional 2013 Terdiri dari 20 Paket

Jumat, 21 Desember 2012, 16:22 WIB
Komentar : 53
Agung Supriyanto/Republika
Ujian Nasional tingkat SMA
Ujian Nasional tingkat SMA

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Soal Ujian Nasional SMA/MA SMK pada tahun ajaran 2013 telah ditetapkan sebanyak 20 paket yang masing-masing peserta soalnya tidak sama, sementara pada tahun sebelumnya hanya lima paket.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Barat Lalu Syafi'i di Mataram, Jumat mengatakan soal ujian di masing-masing ruangan ujian berbeda, atau setiap peserta akan mendapatkan isi teks soal yang berbeda dengan yang lainnya.

"Sementara kriteria kelulusan pada Ujian Nasional (UN) 2013 untuk SMA/MA dan SMK sama dengan tahun sebelumnya, yakni 60 persen hasil UN dan 40 persen ujian sekolah," katanya pada jumpa pers yang juga dihadiri Rektor Universitas Mataram (Unram) Prof H Sunarpi PhD, Mataram, umat (21/12).

Ia mengatakan yang berbeda adalah jika pada 2012 ujian kesetaraan regulasinya sama, maka pada 2014 baik regulasi maupun prosedur operasional standar (POS) sama dengan UN.

Dia mengatakan, pada 2013 keterlibatan perguruan tinggi pada pelaksanaan UN tersebut lebih luas, mulai dari persiapan, penyiapan pengawas, pengumuman dan pembuatan laporan.

Rektor Unram Prof H Sunarpi PhD mengatakan, UN 2013 sudah mendapatkan pengakuan dari pihak perguruan tinggi, karena hasilnya akan mulai diintegrasikan menjadi bahan yang ikut menentukan penerimaan calon mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia.

"Kalau tahun-tahun sebelumnya Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)) merupakan seleksi yang sifatnya terpisah, alhamdulillah pada 2013 hasil UN akan diintegrasikan ke dalam SNMPTN melalui jalur Penjaringan Prestasi Akademik (PPA) khususnya untuk lulusan 2013," tuturnya.

Menurut dia, hanya lulusan UN 2013 yang boleh mendaftar melalui jalur PPA yang nantinya hanya didasarkan pada dua nilai yang dibuat oleh pendidikan sebelumnya, yakni nilai rapor mulai semester I hingga V dan nilai UN.

Jadi PPA itu, kata Sunarpi, hanya ditentukan dari dua nilai yang dibuat pada jenjang pendidikan sebelumnya. Ini merupakan salah satu bentuk terintegrasinya jenjang pendidikan antara pihak Sekolah Menengah Atas dengan perguruan tinggi dengan porsi 50 persen dari lulusan SMA tahun 2013 itu.

"Alhamdulillah berarti dari tahun ke tahun apa yang kita harapkan dari UN tentang kejujuran mulai mendapatkan pengakuan dari perguruan tinggi," katanya.

Sunarpi mengatakan, mudah-mudahan mulai 2014 semkain berkurang jumlah persentase mahasiswa baru melalui yang diterima melalui seleksi terpilih, karena pada 2013 masih ada tes tertulis nasional sebesar 30 persen dan tes mandiri 20 persen dan 50 persen melalui jalur PPA yang hanya mempertimbangkan nilai rapor dan nilai UN.

"Berkaitan dengan itu tugas dan tanggung jawab perguruan tinggi cukup berat pada 2013, mulai dari perencanaan penyelenggaraan UN bersama Dinas Dikpora NTB. Rektor bersma Kadisdikpora akan duduk bersama membahas persiapan penyelenggaraan UN," ujarnya.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah [2[:82)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  andyk Jumat, 22 Februari 2013, 16:23
ax sih 20 paket gak masalah, karena stiap LJK yg aku pandang, slah satu hruf akan brzinar terang, brarti itu adalah jawaban yg benar. , .
indonesia MAJU!!!
jurus pengawuran, kita smua pasti lulus, amin
  Raffles Selasa, 12 Februari 2013, 09:43
5 paket aja udah puyeng ni otak. .kalau seandainya 1 dari perorang setiap sekolah lulus gimana. .
  nand0ot Rabu, 6 Februari 2013, 08:50
yg 5 paket aja bikin puyeng ini ada 20paket lagi! seharusnya UAN ngga usah diadain aja , sekolah lama2 dan bertahun tahun tapi kelulusan dititik beratkan di UAN!
damn it!
  johan 48 Kamis, 31 Januari 2013, 14:33
waaahh 20 paket !! kampreeet ni suatu mimpi buruk yang sangat mnakut kan ..!! knapa sich ujian nasional gk d hapus aja d indonesia ?? sperti negara MAJU .. jd stiap murid gk mrasa d hantui trus stiap klas akhir !
  ety handayani Kamis, 31 Januari 2013, 08:42
semaoga anak-anakku mampu, dan sukses ...