Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Beberapa Guru Resah Kehilangan Pekerjaan

Minggu, 09 Desember 2012, 10:46 WIB
Komentar : 0
Antara/Anang Budiono
Seorang guru saat membimbing siswanya (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,MATARAM -- Perubahan kurikulum 2013, agaknya menimbalkan kereseahan bagi beberapa guru. Mereka merasa khawatir kehilangan 'job' mengajar, apalagi mereka sudah terspesialisakan ke bidang pelajaran tertentu.

Begitulah yang dirasakan Kanoda, guru SMP Negeri I Praya, Kabupaten Lombok. Di sela acara uji publik Pengembangan Kurikulum 2013 di Universitas Mataram, NTB, Sabtu (8/12) lalu, Kanoda blak-blakan mengungkapkan kegalauannya. Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh, Kanoda pun curhat.  

Selama ini, Kanoda menjadi guru yang mengajarkan mata pelajaran Teknologi Informasi Komunikasi (TIK). Sementara, dia khawatir, jika mata pelajaran tersebut terintegrasikan ke mata pelajaran lain, maka dia akan mengajar apa. Kanoda takut akan dipensiunkan. ''Saya sudah terspesialisasi mengajar TIK, lalu nanti nasib saya bagaimana pak?'' tanyanya  kepada Mendikbud.

Selain mengajar TIK, Kanoda mengaku juga menjadi guru Bimbingan dan Konseling. Menanggapi hal itu, Mendikbud mengatakan, sebetulnya TIK serta bimbingan dan konseling adalah sesuatu yang baru. Sehingga kemampuan dasar guru tersebut pastilah bukan di TIK.  ''Kalau mengajar TIK, pasti bapak bisa Matematika. Jadi jangan berpikir rasa-rasanya sempit banget,'' ujar M Nuh.

Menurutnya, TIK memang bukan subjek yang akan diajarkan ke depan. Karena saat ini, anak-anak sudah semakin melek dengan teknologi informasi. Anak-anak ke depannya nanti, kata M Nuh, tidak peru lagi diajar membuat email, mengakses internet, karena pelan-pelan sudah melek internet.

Kegalauan Kanoda yang mengatakan, dirinya mengajar TIK karena berdasaran Peraturan Menteri, dengan santai M Nuh menjawab, nanti akan ada Permen lagi. ''Permen bisa diubah, karena Permen dan PP (peraturan pemerintah) disusun pada saat itu. Sekarang zamannya sudah berubah. Jadi tidak usah khawatir apakah harus dipensiun dini, tetap saja mengajar,'' kata M Nuh.

Mendikbud menyemangati guru-guru yang selama ini mata pelajarannya akan diintegrasikan. Menurutnya, ada banyak job yang bisa diisi. Salah satunya ekstra kurikuler.

Apalagi, mulai saat ini, ekstra kurikuler harus dihitung sebagai jam pelajaran. Ini dimaksudkan agar kegiatan belajar mengajar di sekolah tidak ada yang terdiskriminasi.

Reporter : Andi Nur Aminah
Redaktur : M Irwan Ariefyanto
2.358 reads
Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.(QS At Taubah ( 9:20))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda