Ahad , 14 Januari 2018, 20:17 WIB

Menristekdikti Dorong Inovasi PT di Era Disrupsi

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Ratna Puspita
Republika/Iman Firmansyah
Menteri Riset, Teknologi,dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir.
Menteri Riset, Teknologi,dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mendorong perguruan tinggi mulai berinovasi dan merevitalisasi sistem pembelajaran agar bisa menghasilkan lulusan berkompeten. Apalagi, sekarang ini dunia sedang memasuki era disrupsi, yakni era dengan banyak inovasi, yang tanpa disadari mengganggu atau bahkan menghancurkan sistem lama.

"Kita harus siap dalam menghadapi era disrupsi, yang serba tidak pasti. Teknologi setiap harinya terus dan terus berkembang, kita pun harus bisa mengimbanginya," kata Nasir melalui siaran pers yang diterima Republika, Ahad (14/1).

Dia mengatakan, salah satu ciri era disrupsi terlihat dari penggunaan teknologi informasi. Keberadaan teknologi informasi telah menghapus batas-batas geografi yang memicu munculnya cara-cara baru untuk menghasilkan inovasi-inovasi baru.

Menurut dia, era disrupsi juga tidak bisa terlihat secara jelas, dan bergerak tanpa disadari melalui pesatnya teknologi. Hal tersebut, Nasir mengatakan, akan mempengaruhi tatanan hidup bahkan mengganti sistem yang ada.

"Inilah yang disebut sebagai era disruptif, dan telah kita rasakan saat-saat ini," tegas Nasir.

Karena itu, dia mendorong agar semua pihak bisa mempersiapkan inovasi yang memiliki aspek perekonomian. Perguruan tinggi juga harus mulai mempersiapkan sarana prasana dan persyaratan lainnya untuk membuka kelas daring atau Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).