Rabu , 03 Januari 2018, 17:16 WIB

UIN Sunan Kalijaga Dorong ASN Jadi Duta Penebar Kedamaian

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Hazliansyah
Yusuf Assidiq
Kampus UIN Sunan Kalijaga.
Kampus UIN Sunan Kalijaga.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN --Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, MA., Ph.D meminta seluruh aparat sipil negara (ASN) Kementerian Agama untuk bersama-sama menjadi Duta Penebar Kedamaian.

Hal tersebut dikatakan Yudian saat membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia pada upacara peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-72 yang mengambil tema "Tebarkan Kedamaian". Upacara diikuti oleh seluruh Aparat Sipil Negara (ASN), pegawai kontrak dan honorer di halaman gedung Prof. KH. Saifudin Zuhri UIN Sunan Kalijaga, Rabu (3/1).

Yudian mengatakan, pesan kedamaian ini makin terasa penting untuk digaungkan agar tidak terjerembab dalam kubangan perseteruan dan jebakan permainan atas nama agama.

"Kalaulah belum sanggup mengatasi pertentangan dengan seruan damai, setidaknya marilah mendamaikan diri sendiri dari nafsu angkara murka, syak wasangka, tingkah yang pandir, sifat batil ataupun tangan yang jahil," ujar Yudian.

Kedamaian merupakan pesan universal semua agama kepada umat manusia yang akan membawa kebahagiaan serta jalan menuju kesejahteraan dan kemajuan.

"Selain itu, kedamaian juga merupakan pintu maslahat bersama, karena hanya dengan hati yang damai, sanubari kita bisa merasakan kasih sayang Tuhan yang hakiki," kata Yudian.

Ia menambahkan, amanat tersebut melekat kepada setiap ASN, karena Kementerian Agama bertugas sebagai pengawal dasar negara yaitu Pancasila yang di dalamnya mengandung nilai-nilai agama dan mencerminkan jatidiri bangsa indonesia seutuhnya.

Pada kesempatan itu, kembali diingatkan bahwa ASN bekerja untuk melayani rakyat dengan menggunakan sarana dan anggaran yang merupakan hak rakyat.

Oleh karena itu, fokus perhatian tidak sekadar menyerap anggaran secara maksimal setiap tahun, namun harus diselaraskan dengan kepentingan dan kebutuhan masyarakat sehingga manfaatnya terasa optimal.

"Di sisi lain, kita juga harus giat berinovasi agar terasa kekinian, jangan sampai dianggap seperti mesin tua yang usang. Karenanya, diharapkan tahun ini semua layanan di pusat dan daerah sudah dilakukan secara digital dan terintegrasi dalam Sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) sebagai implementasi e-Government," ujarnya.

Pada peringatan HAB Kemenag ke-72 tahun 2018 ini juga diberikan penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada 24 pegawai negeri sipil di lingkungan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Penghargaan itu bagi mereka yang telah bekerja dengan penuh kesetiaan kepada Pancasila, UUD 1945, negara dan pemerintah serta dengan penuh pengabdian, kejujuran, kecakapan dan disiplin secara terus menerus paling singkat 10 tahun, 20 tahun atau 30 tahun.