Senin, 5 Jumadil Awwal 1439 / 22 Januari 2018

Senin, 5 Jumadil Awwal 1439 / 22 Januari 2018

Mengharukan, Rektor Bernyanyi di Acara Wisuda IPB

Kamis 14 Desember 2017 07:31 WIB

Red: Irwan Kelana

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Herry Suhardiyanto menyanyikan lagu

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Herry Suhardiyanto menyanyikan lagu "Indonesia Pusaka" dan "Rumah Kita" di acara wisuda, Rabu (13/12).

Foto: Dok IPB

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof  Dr  Herry Suhardiyanto membuat haru seluruh wisudawan dan orang tua lewat lantunan lagu nasionalis "Indonesia Pusaka", Rabu (13/12).

Wisuda Tahap III Tahun Akademik 2017/2018 ini menjadi sangat istimewa karena ini merupakan wisuda terakhir di era kepemimpinannya setelah 10  tahun menjabat sebagai rektor IPB sejak 2008 lalu.

Tak hanya hanyut dalam situasi pengabdian sebagai anak bangsa lewat lagu nasional yang dibawakan, rektor pun mendendangkan lagu syahdu "Rumah Kita" --sebuah lagu yang dimaknai sebagai ekspresi rasa cinta, bangga dan kebersamaan di dalam rumah besar bernama Institut Pertanian Bogor (IPB). Air mata haru wisudawan tumpah di Graha Widya Wisuda (GWW) IPB, Bogor, Jawa Barat,  tempat dilaksanakannya upacara wisuda.

Rilis yang diterima Republika.co.id, Rabu (13/12) menyebutkan, dalam pidato wisuda, rektor yang pada 15 Desember nanti akan mengakhiri masa tugasnya ini menguraikan  capaian-capaian IPB yang cukup membanggakan.

IPB kembali mewisuda lulusan terbaiknya sebagai sumberdaya manusia (SDM) yang berkualitas dan siap membangun sektor pertanian dalam arti luas. Pada wisuda tahap ini, IPB menyerahkan ijazah kepada 750 orang lulusan.

Mereka terdiri dari 10 orang lulusan bergelar doktor, 165 orang lulusan bergelar magister sains, 15 orang lulusan bergelar magister manajemen, tiga orang lulusan bergelar magister profesional, tujuh  orang lulusan bergelar dokter hewan, dan 550 orang lulusan bergelar sarjana.  

Wisuda dipimpin oleh Rektor IPB, Prof  Dr Herry Suhardiyanto. Atas nama seluruh sivitas akademika IPB, rektor menyampaikan selamat kepada para lulusan atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan.

Dikatakannya, dalam era global sekarang dan masa yang akan datang, masalah yang krusial dalam pembangunan nasional diperkirakan masih berada pada upaya pemenuhan kebutuhan dasar akan pangan, papan, kesehatan, dan pendidikan.

 

Untuk menghadapi berbagai masalah krusial tersebut, Indonesia harus terus-menerus melakukan perbaikan dan berjuang mewujudkan cita-cita kemerdekaan. “Indonesia harus mampu menjalankan proses pengambilan keputusan yang demokratis, merumuskan kebijakan yang berbasis ilmu pengetahuan, melakukan pembangunan sumberdaya manusia dan kebudayaan, mewujudkan innovation driven economy, menjaga alokasi sumberdaya yang berkeadilan dan keseimbangan pertumbuhan ekonomi antar wilayah, serta menegakkan supremasi hukum,” paparnya.

Rektor menegaskan, sebagai perguruan tinggi negeri badan hukum dengan kompetensi utama di bidang pertanian, kelautan, dan biosains tropika, IPB berpeluang besar untuk berperan sangat penting dalam ikut memecahkan masalah krusial tersebut.

 

Mengingat kompleksitas masalah krusial tersebut, IPB harus menggunakan pendekatan transdiciplinary dalam merumuskan solusi dan menjalankan rumusan tersebut. Oleh karena itu, IPB perlu mengembangkan sustainability sciences berdasarkan complexity paradigm. IPB perlu memperkuat relevansi Tridharma Perguruan Tinggi yang dilaksanakannya untuk menjadi agent of economic development dengan mengembangkan inovasi dan bisnis.

“Tren  perkembangan nasional dan global menantang IPB untuk menjawabnya secara tepat dengan menghadirkan solusi berdasarkan pendekatan baru yang lengkap dan seimbang dalam model pengembangan IPB sebagai techno-socio-entrepreneurial university sebagaimana termaktub dalam Rencana Jangka Panjang IPB 2019-2045,” paparnya.

Rektor mengharapkan agar para lulusan memperkuat motivasinya untuk menjadi entrepreneur dengan berbasis kompetensi IPB di bidang pertanian, kelautan dan biosains tropika. Rektor mengatakan bahwa IPB telah menjalankan berbagai program pembinaan kewirausahaan, baik bagi mahasiswa maupun alumni.

Pembinaan kewirausahaan ini dilakukan dalam berbagai program yaitu antara lain Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) dan Program Wirausaha Muda Pertanian (PWMP). Selain itu, IPB juga membangun teaching farm untuk mencetak wirausaha muda di bidang pertanian yang dinamakan Sarana Belajar Mahasiswa Wirausaha (Sabisa) Farm di Sindangbarang, Bogor.

Ia menambahkan, pada tanggal 4 November 2017 yang lalu, IPB telah meluncurkan Techno Socio Enterpreneur Network (TechnOsNet) yang merupakan salah satu program dari IPB Science and Techno Park dengan harapan dapat mendukung perkembangan youth start-up Indonesia.

“Saya mengharapkan bahwa TechnOsNet ini dapat menjadi rumah bagi 100 usaha techno socio enterpreneur di Indonesia pada tahun 2020 dengan semangat kreatif, inovatif, dan kontributif,” tuturnya.

Rektor menuturkan, beberapa inovasi hasil riset IPB yang diharapkan dapat mendukung peningkatan peran IPB dalam pengarusutamaan pertanian adalah LAPAN IPBSatelite, merupakan teknologi satelit yang digunakan untuk mengetahui luas areal sawah dan luas panenan; dan padi varietas IPB3S yang merupakan hasil pemuliaan tanaman padi yang hasil panenan dengan produktivitas yang lebih tinggi.

Selain itu, Metode Budidaya Jenuh Air untuk meningkatkan produksi kedelai nasional; Transporter Tandan Buah Segar Fastrex sebagai alat angkut tandan buah segar kelapa sawit; Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) sebagai model sekolah lapangan yang memberikan penyuluhan kepada peternak; dan Sea Farming sebagai metode yang sangat prospektif dalam meningkatkan kapasitas produksi perikanan.

Rektor memaparkan, pada usianya yang ke-54 ini, IPB telah mengukir berbagai prestasi membanggakan. “Alhamdulillah, pada awal tahun 2017, lembaga pemeringkatan internasional QS mengumumkan bahwa IPB menjadi salah satu dari 100 Perguruan Tinggi terbaik di dunia versi QS World University Ranking by Subject yaitu Agriculture and Forestry,” ujarnya.

Pada tanggal 17 Agustus 2017, IPB mencapai peringkat ke-3 setelah UGM dan ITB dalam klusterisasi PTN Indonesia yang diadakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

“Selain itu, pada bulan yang lalu, IPB mendapat Anugerah Widyapadhi peringkat 1 nasional dari Kemenristekdikti sebagai penghargaan atas upaya IPB untuk mengembangkan inovasi dan komersialisasi inovasi yang diberikan juga kepada ITB di peringkat 2 dan UGM di peringkat 3,” papar rektor.

IPB dalam 10  tahun berturut-turut (2008-2017), menjadi kontributor terbesar inovasi dalam daftar Inovasi Paling Prospektif Indonesia yang diterbitkan oleh Business Innovation Center (BIC) Indonesia bekerja sama dengan Kemenristekdikti RI/ Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, yaitu 407 inovasi atau 38,9 persen dari total 1.045 inovasi Indonesia.

“Berbagai inovasi IPB tersebut telah berhasil dikawal untuk memasuki tahapan komersialisasi baik melalui PT BLST sebagai holding company milik IPB maupun kerja sama dengan perusahaan lainnya. Beberapa bulan yang lalu, PT BLST mendapat penghargaan Intellectual Property Enterprise Thropy dari World Intellectual Property Organisation,” tuturnya.

IPB mendapat berita menggembirakan bahwa peringkat IPB di Asia berdasarkan Asia University Ranking (AUR) meningkat tajam dari peringkat 191 pada tahun lalu menjadi peringkat 147 pada tahun ini.

“IPB perlu terus mengembangkan semangat kebersamaan karena prestasi yang diraih bukanlah hanya hasil dari perseorangan tetapi merupakan karya kita bersama. Saya sangat mengharapkan agar alumni IPB dapat terus meningkatkan dan mengembangkan kerja sama yang telah ada untuk kemajuan almamater,” paparnya.

Untuk diketahui, sampai dengan wisuda pada tahap ini, IPB telah memiliki 148.893 orang alumni. “Kepada seluruh lulusan saya berharap dapat segera bergabung dengan Himpunan Alumni IPB agar dapat semakin kuat dan kompak dengan semangat Satu Hati Satu IPB,” ujar rektor.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES