Jumat , 24 November 2017, 11:33 WIB

IPB Siapkan Jalur Khusus untuk Ketua OSIS

Red: Nidia Zuraya
Dok IPB
Dr Arif Satria SP, MSi, rektor IPB periode 2017-2022.
Dr Arif Satria SP, MSi, rektor IPB periode 2017-2022.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Institut Pertanian Bogor (IPB) menyiapkan langkah-langkah untuk menghasilkan lulusan terbaik berjiwa wirausaha muda tani berbasis inovasi yang dapat mendukung regenerasi petani, salah satunya melalui rekruitmen ketua OSIS.

Rektor IPB terpilih Dr Arif Satria mengatakan, rendahnya jumlah lulusan yang berkerja di sektor pertanian menjadi peringatan bagi IPB untuk melakukan langkah-langkah pembenahan dari hulu yakni dimulai dari perekrutan calon mahasiswa. "Memang betul generasi muda yang bergerak di pertanian hanya 39 persen. Dan kondisi ini menurut saya jadi lampu kuning, sehingga IPB perlu menyiapkan generasi petani yang kuat," kata Arif saat dihubungi Jumat (24/11).

Generasi petani yang kuat dimaksudkan dengan kategori seorang technopreneur yakni mengembangkan usaha pertanian berbasis pada inovasi yang ada. Dalam rangka itu, IPB melakukan melakukan upaya pembenahan diawali dari sisi input yakni pada rekruitmen calon mahasiswa baru yang akan masuk perguruan tinggi negeri tersebut.

"Saya akan ada undangan khusus, mengundang calon-calon untuk para ketua OSIS. Selama ini undangan hanya bisa bagi mereka yang punya prestasi akademik tinggi. Saya akan merekrut orang-orang yang punya gen leadership" yang bagus," kata Arif.

Arif berpendapat perlunya merekruit para Ketua OSIS tersebut karena untuk menjadi wirausaha, maupun tekno wirausaha atau lainnya perlu memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. "Jadi saya akan mengundang para ketua OSIS, yang diharapkan karena mereka sudah memiliki modal kepemimpinan yang kuat akan mudah diarahkan untuk menjadi sorang mahasiswa yang mau memiliki leadership yang kuat, softskill millenium, memiliki karakter yang kuat," katanya.

Menurut Arif jika 10 persen dari 4.000 kuota mahasiswa baru yang diterima IPB yakni 400 orang adalah ketua OSIS terbaik di Indonesia. Akan menjadi modal yang besar bagi IPB untuk mengembangkan entepreneurship.

"IPB akan mengarahkan mereka ke sana," kata doktor Kebijakan Keluatan dari Universitas Kagoshima, Jepang ini.

Sumber : Antara

Berita Terkait