Rabu , 22 November 2017, 17:05 WIB

Tim Mobil Listrik UII Luncurkan Kaliurang Unisi 3

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Dwi Murdaningsih
uii.ac.id
Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta.
Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Tim Mobil Listrik Ulil Albab Student Center (UASC) Universitas Islam Indonesia (UII) akan kembali berlaga dalam kompetisi tingkat nasional. Kali ini, Tim UASC dijadwalkan mengikuti Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) IX di Politeknik Negeri Bandung, 22-26 November 2017.

Dalam ajang ini, Tim UASC siap membawa karya baru mereka yang diberi nama Kaliurang Unisi 3. Dalam peluncuran Kaliurang Unisi 3, Rektor UII Nandang Sutrisno memberikan apresiasi yang tinggi kepada segenap Tim UASC yang telah berhasil membuat mobil listri baru dengan inovasi yang lebih canggih.

Ia menuturkan, prestasi yang sudah berhasil diraih mobil listrik UII dalam berbagai kompetisi sudah mampu memikat hati masyarakat, pejabat negara dan berbagai perusahaan. Nandang berpesan, agar Tim UASC UII bisa terus berkarya dan mampu membangun jaringan yang luas.

"Sudah mau diketemukan Pak Luhut (Menko Kemaritiman) dengan perusahaan-perusahaan otomotif, tentu harapannya bisa benar-benar diproduksi," kata Nandang kepada Republika.co.id, Rabu (22/11).

Dekan Fakultas Teknologi Industri UII, Imam Djati Widodo optimistis mobil listrik Kaliurang Unisi 3 tersebut bisa bersaing lebih baik lagi ke depan. Imam menekankan, tujuan utama pembuatan mobil listrik lebih dari sekadar memenangkan sebuah perlombaan. Baginya, kemenangan lomba memang sesuatu yang diharapkan, namun pengembangan teknologi, cara berinteraksi dengan teknologi baru dan maksimalisasi rancangan dengan teknologi jadi yang lebih penting.

"Berharap mobil listrik yang baru ini bisa jadi rujukan seperti mobil-mobil sebelumnya, sebab setiap kali kita luncurkan mobil pasti ada sesuatu yang baru, sehingga ini bisa jadi keunggulan," ujar Imam.

Ketua Tim Mobil Listrik UII, Rian Nur Adiyatma menjelaskan, mobil baru yang siap dilombakan dibuat selama 2,5 bulan. Sedangkan, total dana yang digunakan untuk membuat mobil listrik generasi ketiga ini sekitar 65 juta rupiah, dengan mengusung teknologi telemetry yang telah didesain selama setahun.

Dalam pembuatan kali ini, mereka menggunakan teknologi telemetry yang memuat data logger yang ada di mobil atau motor, mulai dari suhu, baterai dan daya yang bisa terlihat dalam satu layar. Menurut Rian, teknologi ini seperti yang bisa dilihat dalam formula one.

"Selain menggunakan inovasi telemetry, mobil baru ini dilengkapi sistem live streaming dan self developed battery management sistem (BMS) dan memiliki bobot yang lebih ringan dari mobil sebelumnya yaitu 120 kilogram, dan kecepatannya yang dapat menempuh jarak 70 kilometer per jam," kata Rian.

Berita Terkait