Selasa , 21 November 2017, 19:38 WIB

Rektor Unand Serukan Dosen Seriusi Penelitian

Red: Didi Purwadi
Antara/Iggoy el Fitra
Wakil Presiden, Jusuf Kalla (kanan), didampingi Rektor Universitas Andalas (Unand), Tafdil Husni (dua kiri), Ketua Senat Akademik Unand, Ardinis Arbain (kiri) dan Ketua Majelis Guru Besar Unand, Darwin Amir (dua kanan), usai menerima gelar doktor kehormata
Wakil Presiden, Jusuf Kalla (kanan), didampingi Rektor Universitas Andalas (Unand), Tafdil Husni (dua kiri), Ketua Senat Akademik Unand, Ardinis Arbain (kiri) dan Ketua Majelis Guru Besar Unand, Darwin Amir (dua kanan), usai menerima gelar doktor kehormata

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Rektor Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumbar, Prof Tafdil Husni, menilai penelitian dapat menjadi kunci pengembangan pengajaran dan pengabdian masyarakat. "Penelitian diprioritaskan memegang peranan utama Tri Dharma perguruan tinggi," katanya menanggapi pelaksanaan Konferensi Nasional Klasterisasi dan Hilirisasi Unand di Padang, Selasa.

Menurutnya, hasil riset yang diupayakan dosen saat ini harus berorientasi dua pilar Tri Dharma tersebut. Hal ini sejalan dengan program Kemenristekdikti dalam menggenjot penelitian untuk kemanfaatan.

Hasil penelitian dosen harus menjadi acuan, referensi dan bahan ajar bagi mahasiswa. Sedangkan untuk pengabdian, penelitian tersebut dimanfaatkan untuk membantu permasalahan masyarakat dan teraplikasikan untuk pembangunan daerah.

"Untuk itu, perlu keseriusan dosen untuk meneliti, orientasinya scopus baik jurnal, artikel dan prosiding," ujar dia.

Saat ini semua yang berkaitan dengan penilaian kualitas riset atau pengabdian mengacu pada scopus. Misalnya untuk jadi guru besar perlu memperbanyak karya terindeks scopus.

Begitu pun untuk meningkatkan klaster penelitian di nasional dan internasional, scopus jadi acuan. Bahkan program magister dan doktor sudah diarahkan ke jurnal terindeks scopus.

"Kegiatan klasterisasi dan hilirisasi ini akan bermanfaat meningkatkan kualitas penelitian tersebut," ujar guru besar ekonomi itu.

Dengan adanya klasterisasi akan semakin jelas pengelompokkan penelitian yang bernilai potensial. Kemudian penelitian ini diupayakan mendapat hak cipta atau paten sebelum dikomersialisasikan atau proses hilirisasi.

Sumber : Antara

Berita Terkait