Senin , 20 November 2017, 08:27 WIB

Mahasiswa IBI Darmajaya Ikuti Lomba Tari di Taiwan

Red: Joko Sadewo
istimewa/wikipedia
Gedung Rektorat IBI Darmajaya, Bandar Lampung
Gedung Rektorat IBI Darmajaya, Bandar Lampung

REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG -- Tiga mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya Lampung yang sedang menjalani program student mobility ikut berkompetisi di tingkat internasional dalam perlombaan tari antarmahasiswa asing di Taiwan.

Ketiga mahasiswa Darmajaya itu Yolanda Aprianti, Faity Cristie, dan Lorensia Lilik Panca Asih tengah menjalani program student mobillity selama satu semester di Cheng Shui University, Taiwan.

Menurut ketiganya, dalam penjelasan yang diterima di Bandarlampung, Senin, mereka akan kembali berkompetisi mewakili Provinsi Kaohsiung di Taiwan untuk perlombaan tari antarmahasiswa asing di negara ini yang akan dilaksanakan di Kota Taoyuan pada 25 November mendatang.

Sebelumnya, melalui penampilan Tari Kreasi Muli Betanggai asal Provinsi Lampung mampu membawa Yolanda Aprianti, Faity Cristie, dan Lorensia Lilik Panca Asih masuk tiga besar pada final perlombaan tari mahasiswa asing pada Oktober lalu. Kompetisi tersebut diikuti 15 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Kaohsiung, Taiwan.

Mahasiswa Darmajaya lainnya yang juga mengikuti program student mobillitydi Cheng Shui University, Taiwan yakni Nurul Fadila dan Ronal Diantry untuk program joint research.

"Awalnya kami hanya ingin memperkenalkan salah satu tarian asal Indonesia yaitu tarian Lampung kepada para penonton yang rata-rata adalah mahasiswa asing, kami tidak menyangka ternyata responsnya sangatlah bagus dari juri, sehingga masuk ke final, tentunya kami sangatlah bangga tarian dari daerah asal kami di Lampung mampu menyisihkan peserta lain," ujar Yolanda pula.

Nurul dan Ronal juga turut membantu persiapan penampilan Tari Kreasi Muli Betanggai mulai dari perlengkapan busana dan membuat hiasan kepala.

"Hanya ada 1 siger, sementara ada tiga penari yang tampil. Dengan waktu yang singkat dan keterbatasan aksesoris, kami menyiasati untuk hiasan kepala penari dibuat sendiri menggunakan kertas marmer. Alhamdulillah, meski dengan keterbatasan itu ternyata tim kami bisa lolos masuk final," ujar Nurul pula.

Rektor Darmajaya Ir Firmansyah Y Alfian MBA MSc mengutarakan kebanggaannya kepada mahasiswa Darmajaya yang telah memperkenalkan kebudayaan Lampung di luar negeri.

"Mahasiswa yang belajar di luar negeri merupakan duta-duta untuk memperkenalkan Indonesia khususnya Provinsi Lampung di mata dunia. Kebudayaan daerah harus terus dilestarikan dan dipromosikan sebagai daya tarik bagi wisatawan asing untuk berkunjung ke Indonesia," katanya pula.

Menurutnya, peserta student mobillity dan joint research selain dituntut meningkatkan pengetahuan akademik secara global, mereka juga diharapkan mampu mengharumkan dan menjaga nama baik Indonesia.

Sumber : antara

Berita Terkait