Sabtu , 18 November 2017, 17:38 WIB

Nasarudin Umar Mewisuda 386 Mahasiswa Institut PTIQ

Red: Karta Raharja Ucu
Dokumentasi PTIQ
Rektor Institut PTIQ Prof Nasaruddin Umar dan Menteri BUMN Rini M Soemarno
Rektor Institut PTIQ Prof Nasaruddin Umar dan Menteri BUMN Rini M Soemarno

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Institut Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) menggelar wisuda program starta S1, S2 dan S3 di Merak Room Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu ( 18/11). Wisuda kali ini diikuti 386 mahasiswa dari lima akultas.

Dalam wisuda yang mengangkat tema 'Paradigma Qurani Menuju Kesejahteraan Bangsa'itu dihadiri Rektor Institut PTIQ Prof Nasaruddin Umar dan Menteri BUMN Rini M Soemarno serta sejumlah tamu-tamu undangan penting lainnya, seperti Duta Besar Arab Saudi dan Iran untuk Indonesia.
 
Nasaruddin berharap ke depannya PTIQ semakin berkualitas dan lebih baik. Sebab, pada usia ke-45, PTQI telah banyak mengukir prestasi untuk bangsa Indonesia.

"Alhamdulillah di umur ke 45 tahun kita  telah mengukir banyak prestasi. Baru saja kita mengirim beberapa imam ke luar negeri. Bukan negara Amerika dan Eropa saja tapi negara muslim juga. Baru kita memberangkatkan tujuh orang lulusan ke Qatar," ujar Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut dalam keterangannya.

Nasarudin juga mengapresiasi kiprah Menteri Rini yang selama ini berkontribusi terhadap kemajuan PTIQ. "Karena beliau telah banyak melakukan sesuatu langsung tidak langsung untuk PTIQ. Beliau telah menghasilkan rumah untuk imam dan muaizin serta mempercayakan masjid-masjid BUMN terhadap PTIQ," jelas mantan wakil menteri agama itu.

Menteri BUMN Rini Soemarno dalam orasi ilmiah menyampaikan, kehadiran PTIQ sangat dibutuhkan untuk umat Islam di Indonesia. Sebagai salah satu institusi yang mengedepankan pendidikan agama Islam di Indonesia, PTIQ telah melengkapi kebutuhan umat Islam dengan baik.

"Kami berharap kedepannya PTIQ bisa memenuhi kebutuhan imam di tanah air. Sebab, jumlah masjid dan mushala yang berada di Indonesia utamanya daerah pelosok sangat banyak. Di sana butuh sentuhan-sentuhan alumni PTIQ," jelas Rini.

Tidak hanya itu, lanjut Rini, civitas PTIQ juga sangat dibutuhkan dalam penglolaan BUMN secara profesional. Para civitas PTIQ juga memiliki peran penting dalam menumbuhkan nilai-nilai moral di setiap lingkungan BUMN.

"Dengan demikian BUMN bisa berkembang secara profesional, tapi tetap mengedepankan akhlak-akhlak dengan memberikan pesan-pesan yang mencerahkan umat di lingkungan BUMN," ucap Rini.

Berita Terkait