Selasa , 14 November 2017, 05:30 WIB

40 Persen Mahasiswanya Kurang Mampu, IPB Carikan Beasiswa

Red: Irwan Kelana
Dok IPB
IPB menggelar malam apresisasi donatur beasiswa.
IPB menggelar malam apresisasi donatur beasiswa.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Setiap tahun Institut Pertanian Bogor (IPB) menerima sekira 3.800 mahasiswa baru program sarjana yang berasal dari berbagai pelosok di Tanah Air. Berbeda dengan perguruan tinggi lainnya, menurut data Subdit Kesejahteraan Mahasiswa, Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) IPB,  secara umum sebanyak 40 persen mahasiswa baru IPB berasal dari keluarga yang dinilai kurang mampu secara finansial, sehingga perlu dukungan berupa bantuan biaya pendidikan (beasiswa).

Terkait hal ini, IPB menggelar “Malam Silaturahmi dan Apresiasi Donatur” di IPB International Convention Center (IICC) Bogor, Jawa Barat, Kamis  (9/11). Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Prof  Dr Yonny Koesmaryono; para donatur beasiswa; para Dekan Fakultas; serta mahasiswa penerima beasiswa.

Direktur Kemahasiswaan IPB, Dr Sugeng Santoso menyampaikan,  kegiatan tersebut bertujuan sebagai sarana silaturahim  dan bentuk laporan kepada donatur. “Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur. Bantuan yang diberikan sangat membantu para mahasiswa untuk memenuhi segala kebutuhan yang menunjang proses perkuliahan,” ujarnya dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Senin (13/11).

Jumlah beasiswa IPB dari tahun ke tahun mengalami fluktuasi. Tahun 2017 ini Beasiswa Bidik Misi IPB (yang diberikan oleh pemerintah, Red) dialokasikan pada 770 mahasiswa dari total mahasiswa baru sebanyak 3.800 mahasiswa. Angka tersebut dinilai belum memenuhi 40 persen dari total mahasiswa yang membutuhkan, sehingga memerlukan beasiswa selain Bidik Misi.

“Tahun ini terdapat 8.272 mahasiswa IPB yang menerima beasiswa baik yang bersumber dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, ataupun dari donatur,” ungkap Sugeng.

Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Yonny Koesmaryono mengemukakan,   dalam penyeleksian beasiswa, terutama beasiswa Bidik Misi, tidak hanya memperhatikan segi ketidakmampuan secara finansial saja, tetapi dinilai pula prestasi akademiknya. “Kami bertekad bahwa IPB dalam penerimaan mahasiswa akan membantu jika terjadi kesulitan dalam hal finansial,” imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, IPB memberikan apresiasi kepada para donatur, yakni Goodwill, GSF, Batan, Indocement, Bazma Pertamina, Bakti BCA, WIC, KEB, Charoen Pokphand, Yayasan Salim, Beasiswa VDMS, Arga Citra 23, dan Yayasan Marga Pembangunan Jaya.

Selain itu, Yayasan Baitul Mal BRI, Beasiswa Antam, AEON, Rumah Kepemimpinan, Disdik Kota Bogor, KSE, ISOL, ETOS, BTQ PPPA Darul Quran, IZI, Majalah Sains Indonesia, Bakti Nusa, Dompet Dhuafa, dan Tanoto Foundation.