Rabu , 08 November 2017, 21:08 WIB

Dosen UGM Raih Penghargaan Geomorfologi Internasional

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Karta Raharja Ucu
Republika
Kampus UGM Yogyakarta/Ilustrasi
Kampus UGM Yogyakarta/Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Dosen Fakultas Geografi Unviersitas Gadjah Mada, Bachtiar Wahyu Mutaqin, meraih penghargaan internasional Young Geomorphologist Grants Award 2017. Penghargaan diberikan dalam 9th International Conference on Geomorphology.

Perhelatan itu sendiri berlangsung 6-11 November 2017 di New Delhi. Young Geomorphologists Grants Award sendiri merupakan penghargaan yang diberikan Asosiasi Geomorfologi Internasional (IAG/AIG) tiap empat tahun sekali. Penghargaan diberikan kepada para geomorfolog muda berusia kurang dari 35 tahun. Penghargaan itu diberikan sebagai apresiasi atas pencapaian-pencapaian akademis dalam bidang geomorfologi.
 
"Saya sangat bersyukur kepada Tuhan atas kepercayaan yang diberikan AIG," kata Bachtiar melalui rilis yang terima Republika.co.id, Rabu (8/11).
 
Penghargaan diberikan Presiden Komite Eksekutif IAG/AIG, Eric Fouache, yang didampingi Wakil Presiden Komite Eksekutif IAG/AIG Mauro Soldati. Hadir Sekjen IAG/AIG Sunil Kumar, dan 500an peserta konferensi dari berbagai belahan dunia.
 
Selain Bachtiar, ada 21 geomorfolog yang mendapat penghargaan bergensi tersebut. Mereka merupakan peneliti yang berasal dari Brazil, India, Iran, Cina, Iraq, Ethiopia, Kamerun, Argentina dan Meksiko.
 
Total ada 22 dari 73 aplikasi geomorfolog yang masuk. Bachtiar sendiri saat ini sedang menempuh tugas belajar program doktoral di Ecole Doctorale de Geographie de Paris, Universite Paris 1 0 Pantheon Sorbonne.
 
Atas prestasi itu, Bachtiar berkesempatan mengikuti Intensive Course for Young Geomorphologists yang akan dilaksanakan pada 12-17 November 2017. Pagelaran itu akan dihelat di Indian Institute of Remote Sensing, Dehra Dun, India.
 
Keberhasilan ini meneruskan prestasi yang sebelumnya diraih dosen Fakultas Geografi UGM lain Danang Sri Hadmoko di Melbourne pada 2009 dan di Paris pada 2013. Ada pula Muhammad Aris Marfai di Melbourne pada 2009.
 
Keberhasilan ini diraih atas dukungan keluarga besar Fakultas Geografi UGM, khususnya Laboratorium Geomorfologi Lingkungan dan Mitigasi Bencana. Ada pula dukungan dari Laboratoire de Geographie Physique UMR 8591-Meudon Prancis.