Rabu , 08 November 2017, 17:59 WIB

Untag Targetkan Masuk 50 Besar Perguruan Tinggi se-Indonesia

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Hazliansyah
Untag
 Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya.
Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya melakukan pergantian rektor. Nugroho Mulyanto sebagai rektor yang baru untuk masa jabatan 2017-2021, bersama pejabat struktural lain dilantik oleh Ketua Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 Mangapul Silalahi, Selasa (7/11).

Nugroho menjelaskan, di 100 hari periode kepengurusannya akan lebih memfokuskan kepada peningkatan pelayanan.

"Nanti dipecah menjadi sembilan standar yang mengacu pada orang. Perguruan tinggi rangkingnya naik atau tidak tergantung dengan sembilan standar ini," kata Nugroho dalam siaran persnya, Rabu (8/11).

Nugroho memasang target pada tahun 2020, Untag mampu menduduki peringkat 50 besar perguruan tinggi se-Indonesia. Pada tahun 2017 ini, lanjut dia, saat rektor Untag dijabat Prof Ida Aju Brahmasari, Untag sudah menduduki peringkat 64 di Indonesia.

"Nantinya pada tahun 2035 Untag menjadi World Class University," ujar Nugroho.

Ketua Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 Mangapul Silalahil mengatakan, sebelum penetapan rektor hingga wakil rektor, prosesnya cukup panjang. Diantaranya ada seleksi dan studi banding ke beberapa perguruan tinggi.

Mangapul menjelaskan, proses seleksi dilakukan transparan dan objektif. Dimulai dari tes penguasaan pengelolaan perguruan tinggi bagi para calon, kemudian tes kesehatan, psikologi, fit and proper test, hingga menguji integritas dan leadership yang melibatkan beberapa guru besar.

"Anggota senat Untag juga dilibatkan dalam pemilihan rektor," kata Mangapul.

Proses yang terakhir, lanjut dia, calon Rektor diwawancarai oleh pengurus Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 Surabaya. Semua proses itu dilakukan secara terbuka, dan objektif.

"Mudah-mudahan cara seperti itu terus dipakai di masa mendatang," ujar Mangapul.