Rabu , 08 November 2017, 17:20 WIB

ITS Kirim Dua Tim di Kontes Mobil Hemat Energi 2017

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Hazliansyah
Antara/Didik Suhartono
Mobil Sapuangin XI Evo 1 ITS Surabaya melaju di jalan usai peluncurannya di Frontage Road Jalan A Yani, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (12/3). T
Mobil Sapuangin XI Evo 1 ITS Surabaya melaju di jalan usai peluncurannya di Frontage Road Jalan A Yani, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (12/3). T

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengirim dua tim sebagai wakil dalam Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2017 yang digelar Kemenristekdikti. Dua tim tersebut dibagi dalam empat kategori bahan bakar.

Kedua tim tersebut terdiri dari dua mobil dari tim Sapuangin dengan kategori urban kelas motor bakar (gasolin) dan kategori hybrid. Serta tim Nogogeni mengirimkan dua mobil yang juga mengikuti kateogri urban kelas motor bakar (ethanol) dan motor listrik.

"Saat ini, kedua tim Sapuangin tengah mengikuti kategori Urban. Untuk Tim Sapuangin 1 mengikuti kelas Hybrid dan untuk Tim Sapuangin 2 mengikuti kelas Motor Bakar," jelas Hanun Cahyono, anggota Tim Sapuangin ITS di Sirkuit Kenpark Surabaya, Rabu (8/11).

Hanun mengungkapkan, Tim Sapuangin telah melakukan pengerjaan mobil dua bulan lalu. "Hampir tiap minggu kami uji coba di Kenjeran ini dari malam sampai pagi," ujar Hanun.

Ia berharap usaha keras Tim Sapuangin ini tidak akan mengkhianati hasilnya. "Kami tetap menargetkan juara pertama di masing-masing kategori yang diikuti," kata Hanun.

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) kembali memercayakan kepada Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya sebagai tuan rumah Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2017. Ajang berskala nasional yang diikuti 77 tim dari 43 perguruan tinggi se-Indonesia ini, resmi dibuka di Sirkuit Kenpark Surabaya, Rabu (8/11).

Kompetisi KMHE 2017 ini dibagi menjadi dua kategori kendaraan, yaitu Urban Concept dan Prototype. Kategori Urban Concept merupakan kendaraan roda empat yang mirip dengan mobil pada umumnya dan sesuai untuk kendaraan di jalanan. Sedangkan Prototype lebih kepada kendaraan masa depan dengan desain khusus yang memaksimalkan aspek aerodinamika.

Kedua kategori tersebut nantinya dibagi lagi berdasarkan kelas bahan bakarnya, yaitu Internal Combustion Engine, listrik, serta hybrid. Dalam perlombaan ini, tim dengan penggunaan energi paling sedikit atau hemat akan menjadi juara di setiap kategori kendaraan dan kelas bahan bakar.