Rabu , 08 November 2017, 17:14 WIB

ITS Tuan Rumah Kontes Mobil Hemat Energi

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Dwi Murdaningsih
Tiga mobil hemat energi karya mahasiswa Fakultas Teknik (FT) UMM.
Tiga mobil hemat energi karya mahasiswa Fakultas Teknik (FT) UMM.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) kembali memercayakan kepada Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya sebagai tuan rumah Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2017.  Ajang berskala nasional yang diikuti 77 tim dari 43 perguruan tinggi se-Indonesia ini, resmi dibuka di Sirkuit Kenpark Surabaya, Rabu (8/11).

Direktur Kemahasiswaan Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Didin Wahidin mengatakan KMHE 2017 ini bukan sekadar kompetisi. Event tahunan tersebut menurutnya adalah arena pertemuan mahasiswa pecinta otomotif untuk saling bertukar pikiran dan belajar satu sama lain, agar kemampuan otomotif mereka setara.
 
"Harapannya kualitas otomotif Indonesia semakin maju dan lebih baik. Sehingga ke depannya, Indonesia mampu bersaing di internasional," kata Didin saat pembukaan.
 
Didin juga berharap, di masa depan mobil-mobil ciptaan mahasiswa Indonesia saat ini tidak hanya bersaing di ajang KMHE, tetapi juga bisa di jalanan dan mengeluarkan merek sendiri. KMHE ini diharapkan juga menjadi ajang pemerataan pengetahuan bagi mahasiswa di Indonesia.
 
Ketua Pelaksana KMHE 2017, Fahmi Mubarok mengatakan, partisipasi tim Indonesia dalam ajang Shell Eco-Marathon (SEM) tiap tahunnya semakin sedikit. Sehingga, lewat KMHE ini diharapkan partisipasi tim dari universitas di Indonesia pada ajang SEM bisa semakin banyak, berkualitas dan menang di tingkat internasional. 
 
Dosen Departemen Teknik Mesin ITS tersebut menjelaskan, pada kompetisi KMHE 2017 ini dibagi menjadi dua kategori kendaraan, yaitu Urban Concept dan Prototype. Kategori Urban Concept merupakan kendaraan roda empat yang mirip dengan mobil pada umumnya dan sesuai untuk kendaraan di jalanan.
 
"Sedangkan Prototype lebih kepada kendaraan masa depan dengan desain khusus yang memaksimalkan aspek aerodinamika untuk keperluan lomba," kata Fahmi.
 
Fahmi menambahkan, kedua kategori tersebut nantinya dibagi lagi berdasarkan kelas bahan bakarnya, yaitu Internal Combustion Engine, listrik, serta hybrid. Dalam perlombaan ini, tim dengan penggunaan energi paling sedikit atau hemat akan menjadi juara di setiap kategori kendaraan dan kelas bahan bakar.
 
"Tiap mobil harus menempuh race sepanjang delapan putaran dengan waktu maksimal 30 menit," ujar Fahmi.
 
Selain berorientasi pada efisiensi energi, KMHE 2017 juga menyajikan Eco Race dalam serangkaian acaranya. Eco Race adalah kontes mobil yang berorientasi pada kecepatan dengan bahan bakar yang dibatasi untuk jarak tertentu. Dalam satu liter bahan bakar, mobil yang berhasil menempuh jarak terjauh keluar sebagai pemenang.