Selasa , 07 November 2017, 16:34 WIB

Fakultas Kedokteran UII Pertahankan Akreditasi A

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Dwi Murdaningsih
ahsanology.com
Universitas Islam Indonesia
Universitas Islam Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Program Studi Sarjana Kedokteran Universitas Islam Indonesia (UII) kembali meraih akreditasi A. Itu berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia pada 28 Oktober 2017.

Melengkapi itu, Program Studi Profesi Dokter UII pun kembali meraih akreditas A, dan kedua surat keputusan akreditasi ini berlaku selama lima tahun. Reakreditasi ini ditandai asesmen lapangan pada 19-20 Oktober 2017 tim asesor LAM-PTKes.

Tim menilai tujuh standar penilaian meliputi visi dan misi, mahasiswa dan alumni, kurikulum dan suasana akademik, sarana dan prasarana, sumber daya manusia, administrasi dan keungan, serta penelitian dan pengabdian masyarakat.

Dari 84 Fakultas Kedokteran di Indonesia, hanya ada 16 perguruan tinggi yang terakreditasi A. Dari 16 tersebut, 12 merupakan perguruan tinggi negeri, dan empat merupakan perguruan tinggi swasta yang salah satunya adalah UII.

Rektor UII, Nandang Sutrisno mengatakan, kembali diraihnya akreditasi ini sebagai momen memperbaiki dan meningkatkan sistem, fasilitas, maupun kualitas sdm. Ini sekaligus bentuk pertanggungjawaban kepada seluruh pihak terkait.

"Ke depan, kita akan teurs meningkatkan sistem proses belajar mengajar, memperbaiki fasilitas, dan meningkatkan SDM yakni dengan menyaring calon mahasiswa dengan ketat," kata Nandang di Hotel Santika Premier, Senin (6/11).

Dekan Fakultas Kedokteran UII, Linda Rosita menyatakan, pencapaian kembali akreditasi ini merupakan buah kerja keras segenap sivitas akademika FK UII. Maka itu, raihan ini bukanlah sesuatu yang didapat secara instan.

Ia melihat mulai dari dosen, karyawan sampai mahasiswa telah melakukan berbagai upaya meningkatkan kualitas. Tentunya, setelah diperolehnya pengakuan akreditasi upaya-upaya peningkatan kualitas akan terus dilaksanakan.

"Pada dasarnya, bukan sekadar dokumen pengakuan akreditas yang dikejar, melainkan bukti nyata dari raihan akreditasi tersebut untuk menghasilkan be a good moslem doctors," ujar Linda.