Ahad , 05 November 2017, 19:06 WIB

UMM Gelar Tes Minat Bakat Siswa Afirmasi Wilayah Papua

Red: Yusuf Assidiq
Dokumen
Program Pendampingan Minat dan Potensi Siswa Program Afirmasi Pendidikan Menengah.
Program Pendampingan Minat dan Potensi Siswa Program Afirmasi Pendidikan Menengah.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Untuk membantu identifikasi minat dan bakat siswa afirmasi dari wilayah Papua, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (FPSI UMM) menyelenggarakan Program Pendampingan Minat dan Potensi Siswa Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) 2017, Sabtu (04/11). Kegiatan berlangsung di Gedung Kuliah Bersama 1 (GKB 1) UMM.

Bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK), FPSI mengadakan Tes Potensi Minat dan Bakat dan Forum Group Discussion (FGD) yang berlangsung selama satu hari penuh.

Kegiatan yang digelar setiap tahun ini diikuti oleh 205 siswa dari 35 sekolah yang tersebar di Regional 3 yaitu wilayah Malang Raya, Kota Batu, Kediri, Blitar, dan Pasuruan.

Menjadi salah satu dari lima fakultas se-Indonesia yang dipilih oleh Kemdikbud melalui PKLK, Ketua Pelaksana Kegiatan, Siti Maimunah, mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan.

“Fakultas Psikologi UMM ini adalah salah satu fakultas dari lima fakultas se-Indonesia yang dipercaya oleh Kemdikbud. Ini merupakan sesuatu yang sangat membanggakan bagi FPSI UMM,” ujarnya, dalam siaran pers.

Menurutnya, FPSI tidak sebatas melaksanakan tes dan pendampingan pada siswa namun juga pada guru sekolah yang menjadi pendamping siswa ADEM. Kegiatan pendampingan bagi guru ini dilaksanakan secara terpisah dan dipandu oleh dosen-dosen Psikologi UMM.

“Kami tidak membiarkan guru pendamping itu terlantar dan menghabiskan waktu tanpa tambahan ilmu, sehingga kita kumpulkan dan pertemukan beliau-beliau ini pada satu grup diskusi sendiri untuk dapat saling bertukar pengalaman,” ujar Siti.

Peserta pada kegiatan ini adalah siswa dari Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berada pada tingkat 10 dan 12. Pemetaan peserta tes berdasarkan kebutuhan siswa kelas 10 yang akan menghadapi penjurusan pada tingkat SMA dan siswa kelas 12 yang akan menghadapi peminatan pada tingkat universitas.