Kamis , 02 November 2017, 22:14 WIB

UMY dan Harper Adams Berbagi Informasi Soal Ketahanan Pangan

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yudha Manggala P Putra
Yusuf Assidiq
UMY
UMY

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar kuliah umum bertajuk Food Sovereighnty Through Sustainable Agriculture. Prof Keith Walters dari Harpers Adam University dihadirkan untuk membagi pandangannya .

Dalam paparannya, ia menilai salah satu cara meningkatkan ketahanan pangan yaitu dengan mengontrol keberadaan hama yang dapat menurunkan produksi pangan. Namun, untuk mengontrol hama, penggunaan pestisida petani dirasa sering berlehihan.

Hal itu yang dirasa merusak ekologi. Walters mengatakan, salah satu cara untuk mengatasai permasalahan itu tidak lain mengomninasikan penggunaan pestisida yang terkontrol, dengan pemangsaa sebagai pengontrol alami dari hama.

"Cara ini cukup efektif untuk diterapkan di Eropa, dan saya rasa cara ini akan lebih efektif bila diterapkan di Indonesia dibandingkan dengan di Eropa," kata Walters di Gedung Pascasarjana Kampus Terpadu UMY, Kamis (2/10).

Pasalnya, lanjut Walters, karakteristik pertanian di Indonesia memiliki luasan lahan yang lebih kecil. Walau tidak murah, penggunaan teknologi ini dalam bidang pertanian turut membantu mengontrol penggunaan pestisida yang berefek negatif.

Ia menjelaskan, penggunaan ini sudah dicoba dalam rangka meyakinkan masyarakat, untuk menggunakan apa yang disebut IPM System. Dalam percobaannya, ia mengaja petani-petani lokal Inggris untuk meneliti permasalahan penggunaan pestisida.

"Dengan harapan, mereka memahami dengan sungguh-sungguh apa yang sebenarnya terjadi, dan di Eropa cara itu mendapatkan hasil yang cukup baik, namun perlu proses yang cukup panjang dan mungkin itu bsia diterapkan di Indonesia," ujar Walters.

Senada, Dekan Fakultas Pertanian UMY, Indira Prabasari mengatakan, masalah ketahanan pangan merupakan aspek yang cukup penting di berbagai negara. Maka itu, UMY melaksanakan program KKN di daerah-daerah perbatasan.

Melalui program itu, diketahui pula kendala-kendala yang menjadi masalah bidang pertanian dan pangan. Tentunya, permasalahan dari bidang-bidang itu sangat penting bagi Indonesia. "Salah satu bentuk tindakan nyata yang telah kami laksanakan adalah pembangunan Green House dengan menggunakan pendanaan yang cukup murah, tapi efektif dan efisien," kata Indira.