Kamis , 02 November 2017, 08:45 WIB

ITS Expo 2017 Diharap Tularkan Nilai Persatuan

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Yudha Manggala P Putra
ITS
Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember--ITS--, Surabaya
Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember--ITS--, Surabaya

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menyelenggarakan ITS Expo 2017 di Graha Sepuluh November ITS, Jalan Raya ITS, Keputih, Sukolilo, Surabaya. Pameran berlangsung 1-4 November ini mengusung tema Rectoverso. Adapun, filosifi yang ingin ditekankan dalam tema tersebut adalah persatuan dalam kebhinekaan.

"Jadi kami ingin menekankan nilai-nilai persatuan karena akhir-akhir ini, fenomena di Indonesia banyak masalah yang menyangkut kepentingan golongan," kata Ketua Panitia ITS Expo 2017, Riski Nur Ramadhan Akbar kepada Republika.co.id, Kamis (2/11).

Riski berharap, tema yang diusung tersebut bisa mengena di masyarakat. Sehingga, dengan diselenggarakannya event itu mampu menjadi pelopor untuk terciptanya benih-benih persatuan. Pada akhirnya, masyarakat diharapkan sadar akan adanya sesuatu yang lebih penting dari kepentingan golongan, yang disebut persatuan.

Mahasiswa jurusan Departemen Desain Produk Industri itu juga berharap, dengan diselenggarakannya ITS Expo 2017, bisa membuat hubungan kampus teknologi dengan masyarakat lebih dekat. Itu tak lain karena Riski merasa, selama ini ada jarang yang terlalu jauh antara kampus dengan masyarakat.

"Jadi kita ingin memasyarakatkan kampus teknologi. Selama ini selalu ada gap antara kampus dengan masyarakat, jadi kami ingin mengikis jarak ini. Agar masyarakat bisa mengenal yang tadinya malu-malu yang tadinya takut, bisa lebih mengenal," ujar Riski.

Riski mengatakan, pameran ITS Expo tahun ini dalam penyajiannya lebih menarik dibanding tahun sebelumnya. Menurutnya, karya-karya yang ditampilkan tahun ini lebih beragam. Contohnya dalam stand bisnis kreatif, karya-karya yang ditampilkan tahun ini lebih beragam dan kreatif.

Mahasiswa smester 7 itu kemudian menjelaskan apa saja yang akan ditemui pengunjubg dalam pameran yang menggabungkan unsur seni, ilmu dan budaya tersebut. Di sana, pengunjung bisa melihat langsung berbagai macam teknologi yang dipamerkan.

Selain itu, di sana juga dipamerkan furniture-furniture atau aksesoris kecantikan yang terbuat dari barang-barang bekas. Pengunjung juga akan dihibur oleh penampilan-penampilan dari mahasiswa setiap jurusan di ITS yang sudah difasilitasi panggung untuk menampilkan bakat-bakat yang dimilikinya.

Dalam acara tersebut, dipamerkan pula karya-karya unggulan mahasiswa berprestasi ITS. Seperti contoh, mobil hemat energi, mobil hemat bahan bakar dan lain sebagainya. Di sana juga terdapat wahana budaya dan paguyuban, yang dikhususkan untuk mengenalkan budaya-budaya di Indonesia. "Masyarakat juga bisa mengunjungi pasar malam, karena di area luar itu ada pasar malamnya juga. Kemudian ada juga urban market di sana," ujar Riski.

Riski kemudian menegaskan, event tahunan itu terbuka untuk umum, sehingga semua kalangan masyarakat bisa masuk. Riski menargetkan, selama digelarnya event tersebut, bisa menarik hingga 25 ribu pengunjung.  "Targetnya tahun ini bisa mencapai 25 ribu pengunjung selama pameran ini digelar. Kalau tahun lalu itu sekitar 18 ribu pengunjung," kata Riski.

Rektor ITS Joni Hermana dalam sambutan pembukaannya berharap, pagelaran ITS Expo 2017 bisa berjalan sesuai harapan. Apalagi, menurutnya event tahunan tersebut merupakan batometer bagi mahasiswa, terutama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS untuk mengukur sejauh mana kemampuan mereka dalam menggelar suatu acara.

"Ini momen yang penting karena merupakan indikator bagi mahasiswa ITS dalam berunjuk kebisaannya. Terutama bagi pengurus BEM," kata Joni.

Joni pun mengucapkan selamat, utamanya kepada para panitia atas terselenggaranya kegiatan itu. Joni berharap, kegiatan tersebut bisa benar-benar menghibur setiap pengunjung, di samping memberikan pengetahuan baru. "Terima kasih seluruh yang terlibat. Semoga bisa menghibur kita semua," ujar Joni.

Berita Terkait