Selasa , 24 October 2017, 09:04 WIB

Kemristekdikti Dorong PT Tingkatkan Akreditasi

Rep: Umi Nur Fadilah/ Red: Muhammad Hafil
Antara/Adiwinata Solihin
Menristekdikti Mohammad Nasir memberikan sambutan saat peletakan batu pertama pembangunan gedung baru Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Kamis (20/7).
Menristekdikti Mohammad Nasir memberikan sambutan saat peletakan batu pertama pembangunan gedung baru Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Kamis (20/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) mendorong perguruan tinggi meningkatkan akreditasi. Hal itu bertujuan perguruan tinggi meningkatkan pendidikan tingginya.

Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan,  saat ini terdapat 1.279 perguruan tinggi (PT) terakreditasi, terdiri dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS), Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Kementerian Lain (PTKL), Perguruan Tinggi Agama Swasta (PTAS), dan Perguruan Tinggi Agama Negeri (PTAN). Ia memerinci sebanyak 56 perguruan tinggi terakreditasi A, 391 perguruan tinggi terakreditasi B, dan 832 terakreditasi C.

Masing-masing, PTS memilki 20 PT terakreditasi A, 272 terakreditasi B, dan 623 terakreditasi C. PTN memilki 30 PT terakreditasi A, 45 terakreditasi B, dan delapan terakreditasi C.

PTKL memiliki tiga PT terakreditasi A, 29 terakreditasi B, dan lima akreditasi C. PTAS terakreditasi B dan 177 terakreditasi C. PTAN memiliki tiga PT terakreditasi A, 34 terakreditasi B, 19 terakreditasi C.

Menristekdikti mengatakan sejumlah capaian bisa menjadi tolak ukur mutu pendidikan tinggi Indonesia, seperti, jumlah Hak Kekayaan Intelektual (HKI) terdaftar, jumlah publikasi internasional, serta akreditasi perguruan tinggi.

Ia menjabarkan, jumlah HKI terdaftar dari 2015 hingga Oktober 2017 mengalami peningkatan. Sebanyak 1.877 HKI tercatat pada 2015, 3.184 HKI pada 2016, dan 4.018 HKI pada Oktober 2017.

Mantan rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu mengatakan pemerintah mencapai hasil signifikan bidang publikasi. Ia menjabarkan jumlah publikasi pada 2015 sebanyak 8.098, 11.936 publikasi pada 2016, dan per Oktober 2017 sebanyak 12.077 publikasi.

Nasir mengatakan Indonesia berhasil menyalip publikasi Thailand per Oktober 2017. Apabila memperbandingkan negara ASEAN lain pada 2016, jumlah publikasi Indonesia 11.936, Thailand 14.436, dan Vietnam 5.678. Per Oktober 2017, jumlah publikasi Indonesia 12.077, Thailand 10.797, dan Vietnam 4.520.

Nasir mengatakan Kemenristekdikti menargerkan jumlah publikasi Indonesia mencapai 15 ribu - 16 ribu mengejar Singapura yang berada di atas Indonesia.