Ahad , 22 October 2017, 23:17 WIB

Sumbangsih Unisma di Hari Santri

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Karta Raharja Ucu
Wilda Fizriyani/REPUBLIKA
Unisma mendapatkan rekor Muri atas kegiatan penandatangan sikap mempertahankan ideologi Pancasila dan bentuk negara Republik Indonesia (RI) dengan jumlah 12.819 dukungan, Rabu (6/9).
Unisma mendapatkan rekor Muri atas kegiatan penandatangan sikap mempertahankan ideologi Pancasila dan bentuk negara Republik Indonesia (RI) dengan jumlah 12.819 dukungan, Rabu (6/9).

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Universitas Islam Malang (Unisma) berupaya memberikan sumbangsih besar bagi organisasi masyarakat (ormas) Nahdlatul Ulama (NU). Salah satunya dengan membentangkan bendera NU terbesar se-Indonesia pada puncak perayaan Hari Santri Nasional pada Ahad (22/10).

Rektor UNISMA, Profesor Masykuri Bakri menerangkan, pembentangan bendera NU dengan ukuran besar ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi pihaknya dan NU se-Indonesia. "Dan ini bagian kreasi yang kita sumbangkan untuk NU," ujar Masykuri saat ditemui wartawan di Halaman Unisma Malang, Ahad (22/10).

Bertepatan dengan perayaan Hari Santri Nasional, dia juga berharap semangat juang para santri semakin besar untuk mengisi kemerdekaan Indonesia. Dalam hal ini memotivasi mereka untuk terlibat dalam meningkatkan ekonomi, kesejahteraan, sosial budaya dan politik di Indonesia lebih baik lagi.

Adapun mengenai kreasi yang didapatkan kali ini, Masykuri menambahkan, sudah keempat kalinya diperoleh Unisma dari MURI. Pertama, perayaan harisantri dengan menggunakan sarung, baju koko dan kopiah dari pagi sampai malam hari. Upaya menciptakan nuansa kampus seperti pondok pesantren ini diperoleh pada 2015.

"Kemudian di Januari 2016, kita dapat piagam MURI karena me-launching Yaumil Qur'an yang diikuti 12 ribu mahasiswa untuk khotmil Quran. Lalu terkahir, kita mencoba mempertahankan bentuk negara kesatuan republik Indonesia di awal September dengan 12 ribu tanda tangan mahasiswa," tegas dia.