Jumat , 13 October 2017, 09:21 WIB

Mahasiswa Unindra Optimalkan Menulis untuk Jurnalistik

Red: Irwan Kelana
Dok Unindra
Suasana workshop jurnalistik yang digelar Unindra.
Suasana workshop jurnalistik yang digelar Unindra.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seiring meningkatnya pengguna internet di Indonesia dan maraknya jurnalisme warga (citizen journalism), mahasiswa Universitas Indraprasta PGRI  (Unindra) bertekad mengoptimalkan aktivitas menulis untuk jurnalistik. Semangat ini direalisasikan melalui kegiatan workshop jurnalistik bertajuk “Jurnalistik; Antara Idealisme dan Keterampilan Menulis” yang diselenggarakan Klub Jurnalistik Unindra dalam rangka Bulan Bahasa 2017 di Kampus Unindra Jakarta, Kamis (12/10).
 
Siaran pers Unindra yang diterima Republika.co.id, Kamis (12/10) menyebutkan, workshop  tersebut bertujuan untuk meningkatkan minat mahasiswa terhadap dunia jurnalistik, di samping melatih menulis berita untuk kepentingan jurnalisme warga. Tidak kurang 40 mahasiswa nonjurnalistik hadir dengan penuh antusias.

Dinamika jurnalistik yang pesat, menuntut mahasiswa paham cara kerja jurnalistik, di samping menjadikan jurnalistik dan media sebagai proses, keterampilan, dan profesi di masa depan.
 
“Di tengah maraknya jurnalisme warga, mahasiswa harus mampu menjadikan jurnalistik sebagai media untuk berbagi peristiwa penting dan informasi yang layak diketahui publik. Workshop jurnalistik ini menjadi momentum mahasiswa untuk merealisasikan idealisme melalui tulisan atau berita" ujar Syarifudin Yunus, dosen Universitas Indraprasta PGRI yang bertindak sebagai nara sumber.
 
Seperti diketahui, kata Syarifudin, hingga tahun 2016 tercatat ada sekitar 132,6 juta pengguna internet di Indonesia. Oleh karena itu, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memahami aktivitas jurnalistik tetapi harus diikuti degan latihan menulis yang mumpuni. Sehingga ke depan, jurnalistik pun dapat menjadi pilihan profesi dalam bekerja.

Karena itu, mahasiswa harus belajar dan mendekati dunia jurnalistik agar tahu teknik mengelola berita. Mulai dari meliput, menulis, hingga memublikasikannya.
 
“Saat ini mahasiswa di manapun dituntut bisa menulis untuk jurnalistik.  Ini  era jurnalisme warga. Karena itu dibutuhkan sikap kritis, kemampuan reportase, wawancara hingga menulis berita yang baik. Karena di era digital, jurnalistik bisa jadi pilihan karier dan impian masa depan bagi generasi muda,” tambah Syarifudin.

Melalui workshop ini, Klub Jurnalistik Unindra dibekali tips meliput dan cara mudah menulis berita. Nantinya tulisan para peserta itu  akan dikumpulkan dalam buku karya jurnalistik sebagai unjuk keterampilan dalam penulisan jurnalistik, baik berbentuk feature news atau investigative report.
 
Syarifudin  menambahkan, jurnalistik bukanlah aktivitas yang bersifat instan atau langsung jadi. Tugas jurnalistik sangat berat dan menantang. Agar terampil, dibutuhkan proses belajar dan latihan yang konsisten. Pengetahuan cukup, praktik mahir maka semakin mudah bergelut di bidang jurnalistik. Jurnalistik harus mampu mencerdaskan dan memberdayakan masyarakat melalui informasi dan berita yang disajikan.
 
“Jurnalistik tidak cukup hanya teori. Tapi butuh praktik dan terjun ke lapangan untuk menangkap peristiwa dan fenomena yang berkembang di masyarakat. Maka mahasiswa harus mulai menekuni jurnalistik dengan cara:  menulis dan menulis” ujar Syarifudin Yunus.
 
Dalam kesempatan tersebut  diluncurkan buku cetakan ke-3 “Jurnalistik Terapan” karya Syarifudin Yunus yang diterbitkan Ghalia Indonesia. Buku tersebut dinilai cocok  sebagai literatur untuk mengembangkan tradisi mahasiswa yang dekat dengan diskusi dan menulis, di samping menyalurkan bakat dan minat dalam penulisan jurnalistik.

Berita Terkait