Kamis , 12 October 2017, 12:02 WIB

Universitas Prasetiya Mulya Resmikan Pendirian IBA

Red: Winda Destiana Putri
Dok: Universitas Prasetiya Mulya
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Universitas Prasetiya Mulya, Kampus BSD.
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Universitas Prasetiya Mulya, Kampus BSD.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Universitas Prasetiya Mulya menginisiasi pendirian Asosiasi Branding Indonesia atau Indonesia Branding Association (IBA) yang pembentukannya diresmikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Universitas Prasetiya Mulya, Kampus BSD. MoU ditandatangani oleh Dekan Sekolah Bisnis dan Ekonomi Universitas Prasetiya Mulya Agus W. Soehadi bersama sejumlah perwakilan praktisi branding dan pelaku perusahaan yang berhubungan dengan branding.

Menurut Agus, sejak 2007 Program Studi S1 Branding Universitas Prasetiya Mulya menginisiasi pendirian awal asosiasi ini. “Sebagai institusi pendidikan, kami bermaksud melanjutkan diseminasi informasi terkait riset dan pengetahuan tentang branding, IBA diharapkan menjadi wadah yang dapat menjawab berbagai kebutuhan industri branding, juga menjadi sumber berbagai talenta, informasi, ajang berbagi ilmu pengetahuan bagi seluruh anggota, yang dapat mengembangkan ekosistem industri branding pada umumnya," katanya dalam keterangan resmi Rabu (11/10).

Inisiasi IBA ini, ujar Agus, mendapat respon positif pihak-pihak praktisi branding di perusahaan. “Kami bersama  para praktisi branding di perusahaan-perusahaan akan mengembangkan brand-brand yang lebih bernilai sesuai dengan zamannya, mengingat lanskap bisnis di mana-mana sudah berubah, dengan era digitalisasi ini."

Pihaknya, terang dia, ingin menjajaki berapa valuasi branding saat ini di perusahaan tertentu. Lalu ke depannya kita bisa menyelenggarakan sertifikasi-sertifikasi terkait branding yang dibuat dari kerjasama antara profesional branding di universitas dan praktisi di perusahaan.

Dari sisi universitas, menurutnya, asosiasi IBA ini juga memberi manfaat, karena pihak akademisi menjadi tahu kebutuhan-kebutuhan profesional branding bagi perusahaan-perusahaan masa depan. “Kita jadi tahu kebutuhan profesional branding bagi perusahaan itu seperti apa. Apalagi Prasetiya Mulya selalu concern dalam hal ini, karena sifat sekolah kita ini dual-kolaborasi antara akademisi dan dunia usaha,” ujar Agus.

Di banyak negara, asosiasi-asosiasi branding serupa IBA sudah bukan hal baru. Namun di Indonesia, IBA adalah asosiasi branding pertama yang pernah dibentuk.

Berita Terkait