Rabu , 11 October 2017, 19:41 WIB

Finalis Soprema 2017 Tercerahkan oleh Mentor Andal

Rep: Eric Iskandarsjah/ Red: Fernan Rahadi
Fisipol UGM
Salah satu kegiatan dalam kompetisi Sociopreneur Muda Indonesia (Soprema) 2017.
Salah satu kegiatan dalam kompetisi Sociopreneur Muda Indonesia (Soprema) 2017.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kompetisi Sociopreneur Muda Indonesia (Soprema) 2017 telah mencapai babak final. Sebanyak 20 tim telah dinyatakan lolos masuk ke dalam babak final yang terdiri dari 10 tim untuk tiap-tiap kategori kick off dan start up. 

Sebelum melalui penjurian terakhir, para finalis diberikan arahan dan bekal untuk mempersiapkan diri di hadapan para juri melalui coaching clinic.

Adapun nama-nama tim yang lolos ke babak final untuk kategori start up dengan tema Ketahanan Pangan yaitu Angkringan Jogja, Agradaya, Kejamuran, Noesa Berdaya, dan Sayok Kite. 

Sedangkan untuk tema Industri Kreatif ada lima tim, yaitu Eufoni Musika, Keripik Tempe Sarjana, Kisara, Yourspark, dan Sorgum Lombok. Untuk kategori kick off dengan tema Ketahanan Pangan Corbula Sidoarjo, Arasy Creative, BBQ Project, Kang Puj Farm, dan Nutra Brownies. Sedangkan Farid Anggara Tim, Sanggare, Studio Dapur, D'Milk Juara, dan Putra Rafflesia adalah finalis kategori kick off dengan tema Industri Kreatif.

Terbagi dalam empat ruangan berbeda, masing-masing tim dengan tema dan kategori yang sama dikumpulkan dan mendapatkan materi dari pakar di bidangnya. Untuk tim kategori start up diisi oleh Rika Fatimah, dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk tema Industri Kreatif dan Taufan Bahari Umbara, Business Coach Smartpreneur Community untuk tema Ketahanan Pangan. 

Sedangkan tim dengan kategori kick off mendapatkan arahan dari Hendri Harjanto, Co Founder Tentrem Hypnotherapy Center untuk tema Industri Kreatif dan Amir Panzuri, Direktur Asosiasi Pengembangan Kerajinan Republik Indonesia (Apikri) untuk Ketahanan Pangan.

Para finalis diajak untuk mendalami socioentrepreneur, apa saja yang penting dan dibutuhkan untuk memulai dan mempertahankan bisnisnya hingga berkelanjutan. Selain itu, mereka juga diajak merefleksikan diri dengan usaha yang dijalankan dan kebermanfaatan yang diberikan terhadap lingkungannya. 

​Setelah mendapatkan pembekalan dari para mentor, para finalis mengaku menjadi lebih memahami dunia bisnis, khususnya sociopreneur. Hal ini disampaikan Adam, Manager Produksi Corbula Sidoarjo. “Pikiran kami lebih terbuka setelah mendapatkan materi dari Pak Hendri. Kami jadi lebih siap dan percaya diri untuk mempresentasikan bisnis kami kepada para dewan juri saat final nanti,” kata Adam, Rabu (11/10).

Begitu juga dengan Agus yang merupakan Marketing Noesa Berdaya. Ia mengaku bahwa coaching clinic membuatnya semakin percaya diri dalam presentasi dihadapan para dewan juri.  “Saya mendapatkan bekal untuk berpresentasi dengan baik dari Bu Rika. Saya jadi lebih percaya diri dan jadi tau apa yang harus dipersiapkan saat presentasi dan meyakinkan dewan juri nanti,” kata Agus.