Sabtu , 07 October 2017, 21:13 WIB

UMM Kukuhkan Guru Besar Pertama

Red: Esthi Maharani
Ist
Universitas Muhammadiyah Magelang.
Universitas Muhammadiyah Magelang.

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- Universitas Muhammadiyah Magelang (UMM), Jawa Tengah, mengukuhkan guru besar pertama Prof Muhammad Japar Kons setelah perguruan tinggi ini berusia 53 tahun. Upacara pengukuhan guru besar berlangsung di Auditorium Kampus 1, Sabtu (7/10) dalam sidang terbuka senat Universitas Muhammadiyah Magelang dipimpin oleh Rektor Ir. Eko Muh Widodo MT.

Japar yang merupakan guru besar bidang ilmu bimbingan dan koseling tersebut menyampaikan pidato pengukuhan berjudul "Penemuan dan Pengembangan Spiritualitas di Tempat Kerja sebagai Salah Satu Usaha Mewujudkan Visi Universitas Muhammadiyah Magelang: Unggul dan Islami".  Dalam pidatonya, Japar menyampaikan bahwa kecerdasan spiritual bukanlah doktrin agama yang mengajak umat manusia untuk cerdas dalam memilih atau memeluk salah satu agama yang dianggap benar.

Ia mengungkapkan pendapat Howard tentang empat aspek dalam spiritualitas yakni makna hidup yang berhubungan dengan diri sendiri, bagi orang lain, alam dan lingkungan, serta berhubungan dengan Tuhan. Ia menuturkan dalam penelitian terhadap remaja yang dilakukannya tahun 2014 menunjukkan bahwa tingkat spiritualitas remaja awal berada pada tingkat baik.

"Remaja yang memiliki spiritualitas tinggi memiliki penyesuaian yang tinggi, baik fisik maupun sosialnya," katanya.

Menurut dia pengembangan spiritualitas di tempat kerja perlu ditingkatkan. Kegiatan Darul Arqam bagi pegawai UMM misalnya, tidak hanya berupa kajian Islam dengan pengayaan kognitif atau intelektualnya saja, tetapi diharapkan dapat menjangkau aspek afektif dan tingkah laku dengan adanya laporan diri dan monitoring.

"Spiritual pegawai UMM menentukan kualitas pengabdian pada institusi khususnya dan kualitas hidup pada umumnya," katanya.

Wakil Wali Kota Magelang, Windarti Agustina yang hadir dalam pengukuhan guru besar tersebut mengatakan peran guru besar sangat dinanti oleh masyarakat karena gelar profesor merupakan penanda bahwa yang bersangkutan adalah orang yang berpendidikan dan dapat mengamalkan ilmunya untuk kemaslahatan manusia.

Hal tersebut juga disampaikan oleh Prof. Dr. Noor Rochman Hadjam dari PP Muhammadiyah yang mengatakan bahwa masyarakat mengharapkan peran atau andil dari seorang guru besar untuk kehidupan yang lebih baik.

Sumber : Antara

Berita Terkait