Senin , 03 March 2014, 22:41 WIB

Dekan Faked Unsrat Manado Mundur dari Jabatan

Red: Julkifli Marbun
ssu-usa.org
Sarjana. Ilustrasi
Sarjana. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO -- Dekan Fakultas Kedokteran (Faked) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado Prof dr Ralph Kairupan Sp.KJ yang dilantik pada 25 Februari 2014, mundur diri dari jabatannya.

Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Prof DR Donald Rumokoy S.H, M.H di Manado Senin mengatakan, telah melakukan pembicaraan dengan perwakilan dari Fakutas Kedokteran (Faked).

"Dari pembicaraan tersebut terdapat beberapa kesimpulan yang disepakati," kata Rumokoy di hadapan aksi unjuk rasa yang digelar dosen, mahasiswa di depan Gedung Rektorat Unsrat.

Kesimpulan tersebut pertama, Unsrat harus lebih memperhatikan fasilitas di Faked.

Kedua, khusus di Faked diusahakan agar supaya, dokter-dokter yang mengikuti ujian kompetensi lebih meningkat prosentasi kelulusannya.

"Ketiga, dekan Faked yang terpilih pada 25 Februari 2014, menyatakan dengan tulus ikhlas demi Faked Unsrat, dia mengundurkan diri," kata Rumokoy.

Pernyataan Rumokoy tersebut, membuat aksi unjuk rasa meminta supaya Rektor Unsrat juga mengundurkan diri.

Setelah memberikan penjelasan itu, Rektor Donald Rumokoy langsung masuk kedalam kantor rektorat.

Masuknya rektor tersebut, tidak membuat mahasiswa dan para dosen bubar, tetapi terus menyampaikan tuntutan meminta supaya Donald Rumokoy mundur dari Rektor Unsrat.

Mahasiswapun berupaya untuk masuk ke dalam kantor rektorat, namun sejumlah petugas Dalmas melakukan penjagaan di pintu masuk.

Aksi dorong mendorang antara mahasiswa dengan petugas polispun tidak dapat dihindarkan dalam unjuk rasa tersebut.

Sebelumnya pada pekan lalu, aksi unjuk rasa tersebut telah dilakukan para dosen dan mahasiswa Unsrat, yang menolak atas terpilihnya Prof dr Ralph Kairupan sebagai Dekan Faked yang dinilai tidak lolos persyaratan, serta meminta supaya Rektor Unsrat Prof Dr Donald Rumokoy mengundurkan dari dari jabatan rektor.

Sumber : Antara