Kamis , 18 July 2013, 11:26 WIB

Hadiri Pertemuan G-20, RI Akan Tawarkan Bantuan ke Negara Maju?

Rep: Muhammad Iqbal/ Red: Nidia Zuraya
ANTARA
Chatib Basri
Chatib Basri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan Chatib Basri akan menghadiri pertemuan antara para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara G-20 di Moskow, Rusia. Pertemuan akan berlangsung pada Jumat (19/7) sampai dengan Sabtu (20/7). 

Apa yang menjadi agenda Pemerintah Indonesia dalam pertemuan nanti? Chatib mengatakan saat ini sumber pertumbuhan ekonomi global telah berpindah dari negara-negara maju ke negara-negara Asia. Lebih spesifik, terdapat tiga negara yang dominan dari sisi pertumbuhan di Asia yaitu Cina, Indonesia dan India.

"Dengan kondisi perekonomian global yang bergantung pada Asia, salah satunya Indonesia, maka Indonesia memiliki posisi lebih baik. Karena dengan ini, kita bisa membantu pertumbuhan global. Dengan begitu, ada bargaining buat Indonesia untuk membantu momentum pertumbuhan dari segi finansial," ujar Chatib di kantornya, Kamis (18/7).

Sebagai gambaran, pertumbuhan ekonomi ekonomi Cina pada 2012 lalu menjadi yang tertinggi dengan besaran 7,8 persen. Disusul oleh Indonesia dengan 6,23 persen dan India 5,0 persen.  Untuk 2013 ini, Asian Development Bank memperkirakan Cina akan tumbuh 7,7 persen, Indonesia 6,0 persen dan India 5,8 persen.

Selain membahas pertumbuhan ekonomi, Chatib menyebut permasalahan terkait infrastruktur juga dibahas mengingat korelasinya untuk menjaga pertumbuhan. Turut dibahas pula nilai tukar serta isu-isu lainnya seperti kebijakan moneter berupa pelonggaran kuantitatif oleh Bank Sentral Amerika Serikat.

Berita Terkait