Jumat , 04 August 2017, 16:18 WIB

UNY Tembus 10 Besar Peringkat 4ICU

Red: Yusuf Assidiq
Dokumen
UNY.
UNY.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Prestasi ditorehkan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang berhasil meraih posisi ‘the best ten’ (10 besar) dalam kategori universitas terbaik di Indonesia versi direktori 4 International Colleges & Universities atau biasa disingkat dengan 4ICU (4icu.org).  Hal itu tercantum dalam rilis 4ICU pada Agustus 2017.

Disebutkan bahwa UNY berhasil meraih posisi 8 dari 513 universitas di Indonesia yang dinilai. Adapun pada Agustus 2016 UNY mendapatkan posisi 11. “Peringkat universitas versi 4ICU ini merupakan cerminan popularitas dari sebuah universitas berdasarkan keterkenalan dari website (laman) yang dimiliki,” kata Staf Ahli Wakil Rektor IV UNY bidang Kerja Sama, Adi Cilik Pierawan, Jumat (4/8).

Menurutnya,  popularitas online dari sebuah universitas yang dilihat dari popularitas web-nya menjadi sebuah hal yang makin dibutuhkan pada masa kini di mana internet menjadi salah satu sumber informasi utama masyarakat.

Ia mengatakan untuk menaikkan peringkat tersebut UNY telah melakukan sejumlah pembenahan. Di antaranya adanya backlink yaitu seberapa banyak rujukan dari web lain ke UNY serta meningkatkan penelitian dosen yang mengutip dari sumber internal lewat laman.

Potensi meningkatkan jumlah pembaca, imbuhnya,  juga ada pada calon mahasiswa baru. Langkahnya adalah mempromosikan UNY pada awal tahun ajaran seperti sekarang.

Sementara itu, Kabag Informasi UNY, Maryoto, mengatakan laman UNY cukup informatif dalam memberikan informasi pada masyarakat. Sehingga pada ujungnya menjadikan kepercayaan masyarakat terhadap UNY makin meningkat.

“Kami juga terus melakukan penyempurnaan pada laman UNY agar makin baik ke depannya” kata Maryoto, dalam siaran pers.

Lembaga 4ICU adalah direktori pendidikan tinggi internasional berkedudukan di Australia yang mereview perguruan tinggi di dunia yang telah terakreditasi. Lembaga 4ICU ini melakukan pemeringkatan terhadap 10.200 peguruan tinggi di 200 negara.

Berita Terkait